Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna

SEMARANG – Polda Jawa Tengah memproses hukum tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif COVID-19 di Ungaran, Kabupaten Semarang.

“Polda Jateng pada Sabtu (11/4/2020) telah melaksanakan upaya paksa berupa penangkapan terhadap tiga oang yang diduga menghalang-halangi pemakaman jenazah korban Covid-19,” jelas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutrisna, Sabtu (11/4/2020).

Menurutnya, korban adalah perawat di RS Karyadi, yang telah berjuang membantu para pasien Covid-19. “Para pelaku tersebut tiga orang, inisial TH (310, BS (54), dan ST (60). Ketiga orang tersebut masih dalam pemeriksaan di Polda Jawa Tengah,” katanya.

Penyidik telah menetapkan dengan pasal 212 KUHP, pasal 214 KUHP, dan pasal 14 UU No. 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit. Ancamannya di atas 5 tahun.

Ketiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam penolakan pemakaman jenazah di TPU Siwakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 9 April 2020.

Sebelumnya, seorang perawat RS Dr.Kariadi Semarang yang meninggal dunia dengan status positif corona sempat ditolak pemakamannya di Ungaran.

Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga RS Dr Kariadi Semarang pada Kamis malam.

“Kami dari Polda Jateng mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi menghalang-halangi pemakaman jenazah virus corona tersebut,” pintanya.(Ars)

DPRD Kota Semarang Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here