JATENGEKSPOS.COM – PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah menjalin kerja sama dengan SMK Negeri 1 Blado untuk memperkuat pembelajaran vokasi di bidang teknologi dan ketenagalistrikan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Semarang.
Kerja sama ini menyasar pengembangan pembelajaran pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Selain itu, kedua pihak juga membahas kebutuhan pengembangan ruang digital di lingkungan SMK Negeri 1 Blado sebagai bagian dari penguatan sarana pembelajaran berbasis teknologi.
Jajaran SMK Negeri 1 Blado hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala SMK Negeri 1 Blado Bejo Sulasih, S.Pd., M.Pd., bersama sejumlah guru, yakni Yanto, Septa Ibnu, Widi, dan Syahrul Bagas.
Kolaborasi dengan dunia industri menjadi salah satu kebutuhan bagi sekolah vokasi yang harus terus menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Melalui kerja sama ini, kedua pihak membuka ruang untuk menghubungkan proses pembelajaran di sekolah dengan pengalaman dan perkembangan yang terjadi di industri.
Kepala SMK Negeri 1 Blado, Bejo Sulasih, S.Pd., M.Pd., mengatakan kerja sama tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperluas pengembangan kompetensi siswa, sekaligus memperkuat sarana pembelajaran.
“Kami melihat kerja sama dengan dunia industri sebagai bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Sekolah perlu terus mengikuti perkembangan teknologi, sementara siswa juga membutuhkan ruang belajar yang memungkinkan mereka mengenal kebutuhan dunia kerja sejak dini. Kami berharap kolaborasi dengan PLN Icon Plus dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam pengembangan kompetensi siswa maupun penguatan pembelajaran di sekolah,” ujar Bejo Sulasih.
Menurutnya, kebutuhan akan fasilitas pembelajaran yang relevan menjadi semakin penting, terutama pada bidang keahlian yang berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi. Pengembangan laboratorium TKJ dan TITL serta rencana pembentukan ruang digital menjadi salah satu langkah yang tengah didorong oleh sekolah.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan kerja sama dengan SMK Negeri 1 Blado dibangun dari kebutuhan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan perkembangan industri.
“Perubahan teknologi berjalan sangat cepat. Karena itu, sekolah dan industri perlu saling terhubung agar siswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga memahami perkembangan yang terjadi di dunia kerja. Kami melihat SMK Negeri 1 Blado memiliki potensi besar, khususnya pada bidang TKJ dan TITL. Melalui kerja sama ini, kami ingin membuka ruang kolaborasi yang bisa terus dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah dan perkembangan industri,” kata Leandra.
Menurut Leandra, pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan sektor industri. Namun, proses tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri yang memahami perubahan kompetensi di lapangan.
Karena itu, kerja sama tidak hanya diarahkan pada penandatanganan kesepakatan, tetapi juga membuka peluang pengembangan program yang dapat dijalankan secara berkelanjutan. Penguatan laboratorium dan pengembangan ruang digital menjadi bagian dari pembahasan yang dapat dikembangkan dalam kolaborasi antara kedua pihak.
Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, mengatakan keterlibatan industri dalam pendidikan menjadi penting di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
“Teknologi terus berkembang dan kebutuhan kompetensi juga ikut berubah. Dunia pendidikan perlu mendapatkan akses terhadap perkembangan tersebut agar generasi muda memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja. Kolaborasi antara sekolah dan industri menjadi salah satu cara untuk mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Chipta.
Menurutnya, pengembangan talenta tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi generasi muda.
Melalui kerja sama dengan SMK Negeri 1 Blado, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah membuka ruang kolaborasi pada bidang yang relevan dengan kompetensi sekolah. Pengembangan pembelajaran TKJ dan TITL, serta kebutuhan akan ruang digital, menjadi titik awal untuk membangun kerja sama yang dapat terus berkembang.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kesepakatan itu diterjemahkan ke dalam program yang benar-benar memberikan pengalaman dan manfaat bagi siswa.
Sebab bagi pendidikan vokasi, keterhubungan dengan dunia industri bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bagian dari upaya menyiapkan lulusan agar lebih siap menghadapi perubahan.(rd)









