20 Tahun Mengajar, Guru PAUD di Tuntang Bertahan dengan Honor Rp100 Ribu

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Senyum para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Semarang tetap mengembang saat menghadiri peringatan HUT ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Sabtu (12/9/2026).

Namun, di balik semarak acara yang berlangsung di Gedung Pemuda Ambarawa itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan para pendidik PAUD yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan dan pengakuan profesi.

Salah satunya dialami Afrida Mutoharoh, guru PAUD asal Kecamatan Tuntang. Selama sekitar 20 tahun mengajar, ia mengaku menerima honor sekitar Rp100 ribu.

Penghasilan tersebut tentu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Afrida harus mencari pekerjaan tambahan di luar aktivitasnya sebagai guru.

Ia pernah berjualan kerupuk secara serabutan, bekerja paruh waktu, hingga memberikan les pada malam hari. Berbagai pekerjaan tersebut dijalani untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tanpa membuatnya meninggalkan dunia pendidikan anak usia dini.

Kisah Afrida menjadi gambaran bahwa di balik pengabdian guru PAUD terdapat perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat. Dengan keterbatasan penghasilan, mereka tetap mendampingi anak-anak dalam masa awal pertumbuhan dan pendidikan.

HIMPAUDI Suarakan Pengakuan Profesi

Persoalan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang kembali disampaikan dalam peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Semarang.

Sebanyak 859 guru PAUD dari 19 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam acara itu Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bagus Suryokusumo, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito, serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Semarang Umar Sujadi.

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Semarang Ulfa Maria mengatakan, peringatan HUT ke-21 tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk kembali menyuarakan aspirasi guru PAUD mengenai pengakuan profesi, kesetaraan hak, dan penghargaan atas pengabdian.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa guru PAUD telah memberikan pengabdian yang panjang untuk anak-anak. Karena itu, perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan harus terus dinyalakan,” ujar Ulfa.

Menurutnya, persoalan guru PAUD tidak sebatas mengenai besaran kesejahteraan. Pengakuan terhadap profesi pendidik PAUD juga berkaitan dengan upaya memperkuat fondasi pendidikan anak sejak usia dini.

Bupati dan DPRD Siap Tampung Aspirasi

Semangat perjuangan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Semarang dan DPRD.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyatakan akan menampung aspirasi para pendidik PAUD dan mendukung perjuangan mereka.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito mengatakan pihaknya siap mendukung perjuangan kesetaraan guru PAUD, termasuk memfasilitasi penyampaian aspirasi ke tingkat nasional.

Bagi HIMPAUDI, dukungan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi lahirnya kebijakan yang memberikan pengakuan, kesetaraan, dan penghargaan yang lebih layak bagi para pendidik PAUD.

Semangat itu dituangkan dalam tema “Nyalakan Asa”, yang menjadi pengingat agar perjuangan guru PAUD terus berlanjut dan tidak berhenti pada penyampaian aspirasi.

Tetap Mengabdi di Tengah Keterbatasan

Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Semarang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para guru menampilkan kreativitas melalui pemutaran video perjuangan guru PAUD, flashmob “Ayo Dolan”, serta tari “Wonderland Indonesia”.

Di balik kemeriahan tersebut, kisah Afrida dan para guru PAUD lainnya menunjukkan bahwa pengabdian kepada anak-anak tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

Selama bertahun-tahun, mereka terus hadir mendampingi anak-anak meski persoalan kesejahteraan dan status profesi masih menjadi bagian dari perjuangan.

Bagi para guru PAUD, “Nyalakan Asa” bukan sekadar tema peringatan HUT HIMPAUDI. Semangat itu menjadi harapan agar pengabdian panjang mereka mendapat pengakuan dan penghargaan yang sepadan.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori