Lewat SIMFONI, Pemkot Semarang Targetkan Data Kelurahan Lebih Akurat

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Pemkot Semarang terus memperkuat kualitas data kewilayahan melalui Sistem Monografi Terintegrasi (SIMFONI). Program ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola data yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

Melalui sistem tersebut, informasi dari perangkat daerah dihimpun berdasarkan wilayah kelurahan, kemudian diperiksa kembali agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Pemkot Semarang juga mendorong keterlibatan pengurus RT dan RW untuk membantu proses pembaruan serta validasi data.

Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Semarang, Budi Prakosa, mengatakan kualitas data tidak hanya ditentukan oleh banyaknya informasi yang terkumpul, tetapi juga oleh ketepatan dan konsistensinya.

“Data monografi ini harus valid dan konsisten. Nantinya, data dari kelurahan bisa terintegrasi dengan Semarang Satu Data, kemudian diteruskan ke sistem data tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Budi.

Ia menyebut penghimpunan data dalam sistem Satu Data diperkirakan telah mencapai hampir 90 persen. Namun, pemerintah masih perlu memastikan bahwa informasi tersebut benar-benar menggambarkan situasi terkini di setiap wilayah.

Pemkot Semarang menilai informasi yang diperoleh langsung dari lingkungan masyarakat dapat membantu melengkapi data administratif yang dihimpun perangkat daerah.

Pengurus RT dan RW diharapkan berperan dalam menyampaikan perubahan kondisi lingkungan, memeriksa informasi yang belum sesuai, serta membantu kelurahan memperbarui data secara berkala.

“Kami berharap RT dan RW bisa ikut terlibat dalam menghimpun, memperbarui, dan memperbaiki data di wilayah masing-masing. Dengan begitu, informasi yang dimiliki pemerintah bisa semakin lengkap dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Budi.

Salah satu informasi yang menjadi perhatian adalah data pengelolaan sampah, meliputi jumlah tempat pembuangan sampah (TPS), TPS 3R, dan kelompok masyarakat yang menjalankan pemilahan sampah.

Keterlibatan masyarakat diharapkan membuat pendataan lebih responsif terhadap perubahan di lingkungan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah dan warga.

Project Leader SIMFONI sekaligus Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Dian Permatasari, menjelaskan bahwa SIMFONI merupakan fitur monografi digital di dalam aplikasi SILAKAR, bukan aplikasi yang berdiri sendiri.

Sistem tersebut dikembangkan untuk menggantikan proses pengisian monografi secara manual yang sebelumnya menggunakan format belum seragam.

“Sebelumnya, pengisian monografi masih dilakukan secara manual dan formatnya belum seragam. Melalui SIMFONI, data monografi menggunakan format digital yang sudah distandardisasi sesuai Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 25 Tahun 2025,” jelas Dian.

Melalui format yang seragam, data diharapkan lebih mudah dihimpun, diperiksa, dan diperbarui. Penyajian informasi juga dibuat lebih terperinci berdasarkan wilayah kelurahan sehingga kondisi setiap wilayah dapat diketahui secara lebih spesifik.

Cakupan data meliputi kependudukan, kesehatan, pendidikan, transportasi, jalan, restoran, hotel, dan pariwisata. Informasi dari masing-masing perangkat daerah selanjutnya dimasukkan ke SIMFONI untuk menjalani pemeriksaan oleh kelurahan.

Menurut Dian, proses tersebut penting untuk memastikan data yang digunakan pemerintah memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Data ini nantinya bisa menjadi dasar perencanaan, penyusunan kebijakan, pemantauan, dan evaluasi. Harapannya, kebijakan yang diambil pemerintah juga semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dian menyampaikan, proses integrasi data dari seluruh perangkat daerah saat ini diperkirakan telah mencapai 80 persen. Sejumlah informasi, termasuk data sektor kesehatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta restoran, masih memerlukan penyelesaian.

Setelah seluruh data terintegrasi, Pemkot Semarang merencanakan pembaruan monografi setiap enam bulan. Kelurahan akan bekerja sama dengan pengurus RT dan RW untuk memeriksa perubahan informasi di wilayah masing-masing.

“Setelah data terintegrasi seluruhnya, pembaruan akan dilakukan setiap enam bulan. Kelurahan nantinya juga dibantu RT dan RW agar data yang tersimpan tetap sesuai dengan perkembangan di lapangan,” kata Dian.

Penguatan SIMFONI diharapkan dapat membantu Pemkot Semarang menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan data kewilayahan yang semakin akurat, perencanaan program, pemantauan, dan evaluasi pembangunan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori