KEBUMEN – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menggelar forum diskusi jelang pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020. Diikuti 150 peserta, acara ini bertujuan menggugah kesadaran pemilih akan hak dan kewajiban dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Acara tersebut, mengambil tema “Penguatan Demokrasi Menyongsong Suksesnya Pemilihan Bupati/ Wabup Kebumen Tahun 2020”. Materi disampaikan oleh Kabag Tata Pemerintahan Setda Kebumen Agus Susanto, Staf pengajar Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr Sunny Ummul Firdaus dan Agus Hasan yang merupakan Komisioner KPUD Kebumen.

Agus Susanto menyampaikan, pilkada merupakan instrumen menjamin kedaulatan rakyat, dengan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dengan tetap menjaga kondusifitas masyarakat.

“Forum diskusi ini diharapkan bisa menyosialisasikan Pilkada kepada masyarakat dengan baik,’’ ucap Agus, Kamis (27/2/2020)

Akademisi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Dr Sunny Ummul Firdaus mengatakan demokrasi bisa hilang dan ditinggalkan apabila tidak memiliki harapan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang adil dan setara.

Agar demokrasi tidak mudah hilang maka seyogyanya setiap orang terlibat di dalam proses demokrasi itu.

Sunny mengimbau agar masyarakat tidak hanya cukup sebatas memilih pemimpin dalam proses Pilkada.

“Partisipasi harus dikembangkan lebih luas menjadi partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian proses Pilkada seperti melakukan pemantauan dari masa kampanye, masa tenang kampanye, hari H saat pemungutan suara, penghitungan suara, hingga pasca pemilihan,” jelas Sunny, dikutip dari portal resmi Pemprov Jateng.

Di akhir paparan, Sunny mengingatkan munculnya persoalan yang berpotensi timbul akibat Pilkada langsung.

Di antaranya maraknya politik uang, banyaknya kasus korupsi yang melibatkan kepala daerah yang telah dipilih secara demokratis, hingga tingginya potensi konflik. ()

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here