Aksi Garda NKRI di Semarang Tolak Kongres INI, Massa Desak Penyelesaian Konflik Internal

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM — Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (Garda NKRI) menggelar aksi jilid II di Kota Semarang, Jumat (23/10/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap penyelenggaraan Kongres Ikatan Notaris Indonesia (INI) pada 21–23 Oktober 2026 di tengah polemik internal organisasi.

Ketua Umum DPD Garda NKRI Jawa Tengah, Ahmad Rizqinal Mubarok, mengatakan pihaknya keberatan dengan penyelenggaraan kongres tersebut karena menilai persoalan dualisme kepengurusan INI perlu diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme hukum dan organisasi.

Menurut Ahmad, Kota Semarang tidak seharusnya menjadi tempat berkembangnya pertentangan internal organisasi profesi yang memiliki keterkaitan erat dengan kepastian hukum masyarakat.

“Notaris kita kenal sebagai profesi yang paham hukum. Kita datang ke notaris untuk mendapat alat bukti yang diakui negara. Kita datang ke notaris untuk menghindari konflik,” ujar Ahmad.

Ia menegaskan, sikap Garda NKRI bukan merupakan penolakan terhadap profesi notaris secara keseluruhan. Pihaknya, kata dia, mendorong agar persoalan kepengurusan organisasi diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sedangkan hari ini para notaris akan datang ke Kota Semarang untuk berkonflik. Oleh karenanya kami keberatan, kami menolak. Jangan sampai kota ini menoreh sejarah perpecahan,” katanya.

Ahmad juga meminta Menteri Hukum dan pihak terkait untuk bersikap tegas, objektif, serta tidak memihak dalam menyikapi persoalan internal INI.

“Tuntutan kami sederhana. Kami hanya menginginkan Jawa Tengah jangan dijadikan tempat pemecah belah Ikatan Notaris Indonesia,” tegasnya.

Garda NKRI Kembali Turun ke Jalan

Ahmad menjelaskan, aksi jilid II dilakukan setelah pihaknya menggelar aksi sebelumnya pada Rabu. Saat itu, Garda NKRI meminta pimpinan maupun panitia penyelenggara Kongres INI menemui massa untuk memberikan penjelasan terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Karena respons yang diterima dinilai belum memenuhi harapan, Garda NKRI kemudian merealisasikan rencana untuk kembali menyampaikan aspirasi dengan melibatkan lebih banyak peserta.

“Sesuai janji kami dari DPD Garda NKRI Jawa Tengah, apabila aksi kami tidak diindahkan dan tidak ada pimpinan maupun panitia penyelenggara kongres yang menemui kami pada hari Rabu kemarin, kami akan turun kembali dan membawa massa lebih banyak lagi,” ujar Ahmad.

Aksi pada Jumat itu diikuti ratusan orang. Massa kembali menyampaikan keberatan terhadap penyelenggaraan kongres dan meminta agar persoalan internal organisasi diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku.

Sempat Terjadi Ketegangan di Lokasi Aksi

Dalam pelaksanaan aksi, sempat terjadi saling dorong antara massa Garda NKRI dan peserta kongres. Ketegangan tersebut kemudian diredam dengan bantuan aparat kepolisian yang berada di lokasi.

Kepolisian melakukan pengamanan untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Setelah keadaan mereda, massa Garda NKRI kembali menyampaikan aspirasi mereka.

Ahmad menyebut aksi tersebut sebagai bentuk konsistensi organisasi dalam mengawal persoalan yang menjadi perhatian mereka. Ia menegaskan bahwa Garda NKRI tetap mengedepankan penyampaian pendapat secara damai, tertib, dan konstitusional.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri agar polemik internal INI tidak berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Tengah.

“Jangan jadikan Jawa Tengah tempat perpecahan. Kami ingin Semarang tetap menjadi kota yang kondusif, bukan menjadi catatan sejarah perpecahan organisasi,” pungkas Ahmad.

Hingga berita ini disusun, pihak panitia Kongres INI belum memberikan tanggapan. Konfirmasi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori