BREBES – Jelang Hari Raya Iduladha 1441 Hijriyah, masyarakat Brebes dianjurkan untuk memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Tujuannya, mencegah adanya kerumunan massa sekaligus memastikan prosedur pemotongan hewan kurban benar dan mematuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari potensi penularan Covid-19.

“Pemkab Brebes memiliki lima RPH, di antaranya di Kecamatan Bumiayu, Banjarharjo, Jatibarang, Ketanggungan dan Brebes. Dengan adanya covid-19 ini, masyarakat disarankan memotong hewan di RPH supaya tidak ada kerumunan,” ujar Kepala Dinas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, drh Ismu Subroto.

Ismu, mengatakan, selain mendorong pemotongan hewan kurban di RPH, pihaknya juga menerjunkan beberapa tim pemantau ke panitia hewan kurban di setiap kecamatan.

“Kita pastikan tim memantau persiapan hewan kurban benar-benar siap. Karena, istilahnya menghalalkan barang yang haram, harus menyediakan daging yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH) sesuai syariah, dan tidak ada pemotongan hewan betina produktif,” ujar Ismu saat mendampingi Bupati Brebes melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RPH Desa Limbangan Wetan, Brebes, Kamis (30/7/2020).

Lebih lanjut dikatakan, tim juga akan mengecek kondisi hewan kurban, termasuk kemungkinan adanya hewan yang menderita penyakit. Kondisi hewan kurban, tutur Ismu, harus sesuai kriteria, yaitu bersih, sehat, umur sesuai, serta organ dalam tidak ada kelainan, misalnya ada cacing hati.

Ismu juga menjelaskan tentang metode burley, yaitu teknik merobohkan sapi secara pelan-pelan agar tidak sakit. Caranya, sapi diikat dengan tambang minimal 10 meter, tambang lalu diikat menjadi dua simpul. Setelah itu, tambang ditarik. Metode tersebut dinilai tidak menyakiti hewan yang akan disembelih.

“Hal demikian mengutamakan kesejahteraan hewan waktu mau disembelih. Teknik tersebut sudah disosialisasikan ke panitia kurban,” tandasnya.

Kegiatan sidak RPH yang dilakukan oleh Bupati Brebes, Idza Priyanti, bersama dengan jajarannya itu dimaksudkan untuk melihat langsung persiapan pemotongan hewan kurban dan apel kesiapan para petugas RPH.

“Karena Besok Idul Adha, banyak masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban, apalagi di situasi pandemi Covid-19 disarankan untuk menyembelih di RPH,” ucap Idza.

Beberapa hal yang dicek langsung oleh bupati terkait dengan persiapan RPH dalam memberikan layanan pemotongan hewan kurban, seperti pengecekan kesehatan hewan, ketersediaan peralatan, kesiapan petugas, kebersihan lingkungan RPH, dan penerapan protokol kesehatan oleh petugas dan pengelola RPH.

“Semuanya harus sesuai prosedur serta persyaratan yang telah ditentukan Kementerian Peternakan dan Kesehatan Hewan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Idza berharap, pelayanan RPH saat penyembelihan hewan kurban dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat akan antusias dan tidak khawatir menyembelih hewan kurbannya di RPH. Berdasarkan data dari pengelola RPH, akan ada sekitar 50 ekor sapi, dan 30 ekor kambing kurban yang siap dipotong. Daging hewan kurban tersebut nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. (hms/why)

DPRD Kota Semarang Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here