BNN Jateng saat gelar kasus, Rabu (4/11/2020). ()

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengungkap upaya peredaran narkoba berbagai jenis dalam sepekan kemarin. Salah satunya, menggagalkan pengiriman 79 butir permen yang diduga mengandung narkoba jenis Tetrahydrocannabinol (THC) atau ganja cair kiriman dari seseorang di Amerika Serikat.

Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari BNN Jateng dan Bea Cukai mengamankan dua orang yang masih di bawah umur, ABA (16) dan DKW (14), Sabtu (24/10/2020).

Keduanya yang masih duduk di bangku SMA diamankan setelah mengambil paket barang kiriman di daerah Kendal. Saat diperiksa, di dalam paket itu ada 2 plastik berisi tembakau gorilla (Syntetic Canabinoid) seberat 4,5 gram.

Dalam pemeriksaan, ABA mengaku disuruh saudaranya berinisial FM. Petugas pun kemudian mengamankan FM.

“Tersangka mengaku membeli barang itu melalui media sosial,” kata Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol.Benny Gunawan di Semarang, Rabu (4/11/2020).

Tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Peraturan Menteri Kesehatan No 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

Kemudian, pada Senin (26/10/2020), tim gabungan juga mengamankan seorang berinisial HNF (32), di daerah Kajen, Kabupaten Pekalongan. HNF diamankan setelah menerima paket barang kiriman yang ternyata di dalamnya berisi puluhan permen yang mengandung THC. THC merupakan senyawa utama yang terdapat di dalam tanaman ganja.

HNF mengaku mendapatkan kiriman paket dari temannya yang tinggal di Amerika karena sebelumnya HNF pernah tinggal di Amerika.

Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Peraturan Menteri Kesehatan No 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Lalu pada Kamis (29/10/2020), BNN juga mengamankan seorang berinisial HW di Terminal Banyuputih Batang.

Dari tersangka berhasil diamankan barang bukti 1 bungkus klip putih yang dibalut tisu diduga narkotika. Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan didapati 1 buah paket diduga narkotika.

Selanjutnya tim menuju rumah HW di Pekalongan untuk dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 buah kaca pembesar yang di dalamnya terdapat 5 paket kecil diduga narkotika.

Adapun barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan dengan total 30 gram. Tersangka HW mengedarkan narkotika sabu memanfaatkan waktu libur panjang dengan konsentrasi aparat sedang mengamankan liburan.

Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Para tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Provinsi Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Menurutnya, narkoba jenis baru atau disebut New Psychoactive Substances (NPS) sudah beredar di Jateng. Jenis yang paling banyak beradar adalah ganja sintetis dalam bentuk tembakau gorila dan tembakau hanoman.

“Kasus-kasus tersebut banyak terdapat di Kabupaten Tegal, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Banjarnegara dan melibatkan remaja, usia produktif, bahkan sebagiannya masih anak-anak (di bawah umur),” jelasnya.

Modus operandinya paling banyak dipesan melalui media sosial dan dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman. Ganja sintetis dan THC merupakan narkoba jenis baru yang mempunyai dampak halunisasi bagi penggunanya.

Dijelaskannya, sinergitas pengungkapan kasus narkotika jenis baru ini merupakan operasi bersama antara BNN Provinsi Jateng, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jateng-DIY, Kantor Bea dan Cukai Semarang, dan Kantor Pos. (Ars)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here