Pemerintah Kota Semarang akan melaksanakan program sekolah swasta gratis yang akan dimulai pada tahun ajaran baru.

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendukung program sekolah swasta gratis di Kota Semarang yang akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. Dewan juga siap mengawal jalannya program tersebut karena berharap tidak akan ada lagi kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, pihaknya berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang segera menggodog program ini agar realisasinya berjalan sesuai harapan. Pemkot Semarang telah menganggarkan anggaran Rp 5,4 miliar untuk membantu sekitar 40 sekolah swasta, baik TK, SD, maupun SMP.

“Yang negeri sudah digratiskan, kalau yang swasta kami beri bantuan operasional pendidikan (BOP) agar bisa menggratiskan biaya sekolah siswanya,” katanya, Senin (13/1/2020).

Pada 2020 ini, lanjut Anang, memang baru di bawah 10 persen sekolah swasta yang mendapatkan BOP dari Pemkot Semarang. Sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang membutuhkan bantuan. Hal itu berdasarkan kajian yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Ke depan, dia berharap semakin banyak sekolah yang mendapat bantuan sehingga bisa meringankan beban masyarakat.

“Memang tidak semua mau karena sekolah swasta punya yayasan dan ada otonomi sendiri dalam pengelolaan manajemen sekolah sendiri. Bahkan ada sekolah yang tidak mau terima bantuan operasional sekolah (BOS), jika diberi BOP pasti juga tidak mau,” katanya.

Sementara Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, pemilihan sekolah sudah dilakukan. Rencananya ada 7 TK swasta, 14 SD swasta, dan 20 SMP swasta yang akan diberi bantuan operasional pendidikan (BOP) yang dianggarkan dari APBD Kota Semarang. Meski demikian, dia belum menyebutkan secara rinci sekolah tersebut.

“Anggaran memang ada di tahun 2020, tapi tentunya nanti dimulainya saat ajaran baru,” kata Gunawan.

Gunawan menjelaskan, total anggaran yang dikucurkan untuk program sekolah swasta gratis sebesar Rp 5,4 miliar. Anggaran tersebut menjadi pendamping bantuan operasional sekolah (BOS) yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Diharapkan anggaran tersebut bisa digunakan untuk keperluan sekolah yang tidak dianggarkan BOS.

“Swasta kan juga mendapatkan BOS. Ini sebetulnya jadi pendamping BOS. Hal-hal yang tidak tercover BOS bisa pakai dana ini. Seperti di sekolah negeri juga ada pendamping BOS,” tegasnya. (duh)

DPRD Kota Semarang Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here