JATENGEKSPOS.COM — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut ratusan pecinta sepeda tua dari berbagai penjuru Nusantara dalam ajang Karnaval Sepeda Tua Wisata Jambore Onthel Nasional (JONS) I Semarang 2026 di Titik 0 Kilometer Kota Semarang, Minggu (18/10). Mengusung tema “Memayu Hayuning Onthel”, kegiatan ini memadukan pelestarian sejarah, kostum tempo dulu, serta pakaian adat daerah sebagai daya tarik wisata yang menghidupkan ekonomi masyarakat.
“Sepeda tua ini punya penggemar dan daya tarik tersendiri. Saya melihat ada peluang usaha yang bisa dikembangkan, misalnya persewaan sepeda untuk wisata kawasan bersejarah. Dari kegiatan seperti ini, pelestarian budaya tidak hanya merawat memori kolektif, tetapi juga membuka lapangan usaha baru bagi warga,” ujar Agustina Wilujeng.
Iring-iringan peserta menempuh rute wisata sepanjang 8,7 kilometer dengan titik mula dari Kampung Sleko kawasan Kota Lama, melintasi Jalan Pemuda, Lawang Sewu, Jalan Pandanaran, Lapangan Pancasila Simpang Lima, Jalan Gajahmada, hingga kembali menyisir bangunan bersejarah di Jalan Letjen Suprapto. Di sepanjang rute, para onthelis tampil semarak dengan aneka sepeda antik dan busana khas daerah, menghidupkan suasana nostalgia bagi warga dan wisatawan yang menyaksikan.
Agustina menekankan bahwa gelaran pariwisata berbasis komunitas harus memberikan dampak langsung bagi para pelaku usaha kecil dan warga lokal yang menggantungkan penghidupan dari sektor pariwisata.
“Kami berharap Bapak dan Ibu peserta JONS bisa menikmati Kota Semarang, mengunjungi destinasi wisatanya, dan mampir berbelanja di UMKM kami. Para pelaku usaha ini adalah bagian penting dari denyut ekonomi warga. Selamat datang di Kota Semarang, semoga keramahan masyarakat dan pengalaman di sini menjadi kenangan indah untuk dibawa pulang,” kata Wali Kota Semarang.
Melalui sinergi antara komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat luas, kegiatan pariwisata bernuansa sejarah ini diharapkan terus konsisten memberikan nilai tambah bagi kelestarian warisan budaya sekaligus kesejahteraan ekonomi warga Semarang.
“Keterlibatan komunitas onthel dan pelaku UMKM ini membuktikan bahwa merawat warisan budaya bisa berjalan seiring dengan upaya menghidupkan ekonomi rakyat. Kita ingin kegiatan pariwisata seperti ini terus memberi manfaat yang makin luas bagi warga,” pungkas Agustina.(rd)











