Jelang Musim Hujan, DPU Semarang Kebut Drainase di Pierre Tendean hingga Simpang Lima

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Potensi genangan saat hujan deras menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Sejumlah proyek drainase kini dipercepat agar dapat rampung sebelum memasuki puncak musim hujan.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto mengatakan, sebagian besar pekerjaan ditargetkan selesai pada pertengahan Desember 2026.

“September ini masih cukup waktu. Kebanyakan selesainya pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20,” kata Suwarto.

Beberapa pekerjaan yang sebelumnya sempat dihentikan karena berpotensi mengganggu lalu lintas kini kembali dikerjakan. Salah satunya drainase Jalan Pierre Tendean.

Pengerjaan juga dilakukan di kawasan Gajah serta Simpang Lima. Khusus Simpang Lima, kapasitas saluran drainase akan diperbesar karena kondisi saluran yang selama ini dinilai terlalu kecil.

“Untuk Jalan Pierre Tendean drainase, kemudian Gajah juga drainase. Kalau Simpang Lima ini drainase untuk lapak-lapak PKL diperbesar karena selama ini kecil dan menimbulkan bau,” jelasnya.

Suwarto mengatakan, saluran di Simpang Lima juga akan dibuat lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran aliran air dan mengurangi potensi genangan.

Ada U-Ditch dan Pompa Baru

Selain proyek drainase, DPU Semarang juga mengerjakan pembangunan U-Ditch di Muktiharjo Lor dan pompa di Taman Hasanudin.

Sejumlah ruas jalan juga mendapat perbaikan, termasuk akses jalan menuju Ungaran.

“Yang lain ada pembangunan U-Ditch di Muktiharjo Lor, kemudian pompa di Taman Hasanudin, serta perbaikan jalan-jalan yang menuju akses ke Ungaran,” ujarnya.

Penanganan drainase juga dilakukan di Jalan Pahlawan. DPU menyiapkan penggantian bagian saluran dengan grill berbahan steel yang ditargetkan selesai sekitar dua bulan.

Sistem tersebut diarahkan untuk mengendalikan aliran air dari kawasan Jalan Diponegoro agar tidak langsung menuju Simpang Lima.

“Supaya air yang loncat dari Diponegoro itu tidak langsung ke Simpang Lima, tetapi masuk ke saluran sabuknya Sriwijaya,” katanya.

Dalam pengerjaannya, DPU akan berkoordinasi dengan kepolisian lalu lintas karena pekerjaan dapat berdampak terhadap arus kendaraan.

Sejumlah Jalan Dikerjakan Tahun Depan

Sementara itu, beberapa proyek infrastruktur yang belum tuntas pada 2026 diproyeksikan berlanjut pada 2027. Di antaranya peningkatan jalan di kawasan Tanjung Mas dan Citarum.

Khusus Jalan Citarum, Suwarto menyebut pengerjaan tahun depan mempertimbangkan fungsi ruas tersebut sebagai jalur kendaraan, termasuk kendaraan berat menuju kawasan industri.

“Citarum itu untuk lintasan kendaraan berat. Karena jalan dari arteri, sekarang kendaraan tidak lewat Majapahit, tetapi lewat Citarum langsung ke Pedurungan,” jelasnya.

Penanganan jalan di wilayah Manyaran juga dilakukan bertahap karena masih menjadi jalur kendaraan dengan tonase besar.

“Kita tetap berupaya untuk melayani masyarakat di jalan ini,” tutur Suwarto.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori