SEMARANG – Soal netralitas anggota, kembali menjadi perhatian serius jajaran pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI), menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.

Pada kegiatan apel Satuan, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mewanti-wanti jajarannya untuk tetap netral dalam pilkada yang akan digelar di sejumlah daerah di Jateng dan Yogyakarta, September 2020 nanti.

“Kepada seluruh anggota, saya perintahkan untuk tetap berada pada koridor netralitas,” kata Pangdam dalam amanatnya pada kegiatan apel Satuan di kompleks Kodam IV/Diponegoro, Banyumanik, Kota Semarang, Selasa (17/3/2020).

Pangdam mengungkapkan, para Komandan Satuan tidak boleh mentolerir setiap pelanggaran prajuritnya terkait netralitas TNI dalam Pilkada tersebut.

“Netralitas TNI bukan saja harga diri, tetapi sudah final dan menjadi harga mati bagi kita selaku Prajurit,” ungkap Pangdam.

Selain menjaga netralitas, Mayjen TNI Mochamad Effendi juga meminta kepada anggotanya untuk bisa memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mensukseskan Pilkada serentak 2020.

Oleh karena itu, dirinya meminta untuk terus meningkatkan pembinaan satuan, melalui kepemimpinan lapangan yang efektif guna membentuk prajurit dan satuan yang profesional, militan dan modern.

Seperti diketahui, pada September 2020 nanti, sebanyak 21 kabupaten/kota se-Jateng bakal turut mengikuti pemilihan tersebut.

Diantaranya Kabupaten Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Kebumen, Kendal, Klaten, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Semarang, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, Wonosobo dan Kota Megalang, Pekalongan, Semarang serta Surakarta.

Sedangkan daerah di Provinsi Yogyakarta yang akan melaksanakan pilkada serentak meliputi Kabupaten Sleman, Bantul serta Gunungkidul. Secara teritorial, daerah penyelenggara pilkada serentak ini berada di wilayah Kodam IV/Diponegoro. (Ars)

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here