SEMARANG – Tersangka kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian/SARA melalui Facebook, RWS, batal dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng, karena adanya permohonan penundaan pemeriksaan.

Kuasa hukum pelapor, Dio Hermansyah ikut menanggapi permohonan penundaan pemeriksaan itu. Menurutnya, hal itu justru mempersulit dan memperlama proses penyidikan kasus.

“Kami berharap yang bersangkutan bisa menghormati prosedur penyidikan dengan tidak mempersulit. Itu agar perkara ini cepat selesai dan ada kepastian hukum,” kata Dio di Semarang, Rabu (7/4/2021).

Dio sebenarnya menyayangkan adanya kasus tersebut. Pasalnya, tersangka merupakan seorang advokat atau pengacara yang notabene paham soal hukum.

“Namun yang bersangkutan justru membuat status di media sosial yang isinya diduga berbau SARA,” sesalnya.

Karenanya, Dio berharap, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng segera melakukan pemeriksaan terhadap tersangka RWS untuk melengkapi berkas perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian berbau SARA tersebut.

“Ini agar ada kepastian hukum. Ini penting dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas supaya tidak menyalahgunakan media sosial secara bebas. Terlebih orang yang paham hukum,” tandasnya.

Kasubdit ITE Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Muhaimin menjelaskan pemeriksaan terhadap tersangka ditunda karena adanya permohonan penundaan pemeriksaan dan gelar kasus yang disampaikan kuasa hukum RWS.

Atas penundaan itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng akan melakukan pemanggilan ulang kepada tersangka untuk dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan.

“Akan dilakukan pemeriksaan kedua terhadap tersangka minggu depan,” katanya.

Ia menjelaskan perkembangan penanganan perkara saat ini sudah dilaksanakan pemeriksaan sebagai saksi, melakukan mediasi, gelar perkara penetapan tersangka, dan pemanggilan pertama terhadap tersangka.

“Selain itu, sudah dilakukan koordinasi dengan Dittipidsiber Bareskrim Polri terkait dengan penanganan kasus tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum RWS, Eko Roesanto Fiaryanto mengatakan, permohonan penundaan pemeriksaan diajukan karena tersangka merupakan seorang advokat atau pengacara. Sehingga perkaranya harus dibahas terlebih dahulu di organisasi profesi.

“Pada dasarnya kami kooperatif jika ingin melakukan pemeriksaan. Namun sesuai Undang-undang Advokat karena ini advokat harus dibicarakan dengan organisasi profesi terlebih dahulu,” katanya.

Sebelumnya, penetapan tersangka RWS tersebut diketahui dari surat panggilan pemeriksaan Nomor: S.Pgl/300/III/2021/Reskrimsus yang ditujukan kepada RWS.

RWS diminta datang guna didengar dan dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ujaran kebencian (SARA) melalui media sosial facebook. (Ars)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here