Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo.

SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang mengapresiasi kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) miliki Pemerintah Kota Semarang. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 mereka masih mampu berada dalam trek yang positif.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo mengungkapkan, beberapa BUMD masih bisa memberikan deviden yang besar meskipun juga ada yang melempem. Misalnya PDAM Tirta Moedal masih bisa memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang sebesar Rp 20 miliar. Selain itu juga ada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pasar Kota Semarang dan Semarang Zoo.

“Meskipun terdampak, BUMD ini masih bisa memberikan kontribusi dan patut diberikan apresiasi,” kata Politisi PDI Perjuangan ini Jumat (11/9/2020).

Joko menerangkan, meskipun PDAM memberikan potongan tagihan sebesar 20 persen selama tiga bulan di awal pandemi, serta potongan diskon 17 Agustus lalu, perusahaan plat merah ini dinilai bisa menggenjot potensi pendapatan dari sisi lainnya.

“Pemerintah membentuk perusda karena memang bertujuan untuk bisa memberikan kontribusi PAD. Khusus Semarang Zoo saat ini sudah mulai tumbuh,” jelasnya.

Meski banyak perusahaan daerah atau perusda yang bisa memberikan kontribusi, Joko menyebut satu perusda yakni Bumi Pandaraan Sejahtera, diprediksi belum bisa memberikan kontribusi kepada PAD Kota Semarang.

“Perusda ini masih sering rugi, memang relatif masih baru karena dibentuk 2018 lalu. Harapan kami Bumi Pandanaran Sejahtera bisa menemukan formula yang pas untuk bisa menghasilkan laba dan dividen,” tuturnya.

Sebagai informasi, Bumi Pandanaran Sejahtera merupakan perusahaan daerah yang dibentuk pada 2018 lalu. Perusda ini memiliki lini bisnis percetakan dan rumah pemotongan hewan.

Sementara itu, Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indarto mengatakan, adanya pemberian diskon saat pandemi yang berlaku saat ini berpotensi membuat perusahaan plat merah milik Pemkot Semarang yang dipimpinnya merugi Rp 15 miliar sampai Rp 16 miliar.

“Target pendapatan kami Rp 40 miliar, realiasi sampai September ini sudah Rp 31,8 miliar. Sisa empat bulan, saya yakin bisa terkejar,” katanya.

Yudi menjelaskan, kebutuhan air di saat pandemi saat ini cukup tinggi. Pun juga dengan pelanggan PDAM, dimana mereka lebih rajin mandi dan cuci tangan, sehingga tidak ada kesulitan dari sisi pendapataan.

“Efisiensi penagihan mencapai 90 persen, 10 persen sisanya dibayarkan pelanggan dua bulan sekali. Dari sisi kepatuhan saya kira bagus,” katanya.

Dia menambahkan, pemberian dividen sendiri adalah 55 persen dari pendapatan PDAM tahun ini. Dia yakin jika PDAM bisa memberikan pemasukan ke Pemkot Semarang sebesar Rp 20 miliar lebih.

“Kita yakin bisa terealisasi, adanya diskon tidak pengaruh. Tetap kita upayakan dengan melakukan efisiensi program,” tandasnya. (duh)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here