Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, meninjau posko Operasi Ketupat Candi 2020, di pintu tol Pejagan, Rabu (29/4/2020).

BREBES – Kapolda Jateng Irjen Pol Dr H Rycko Amelza Dahniel, meninjau pos pengamanan penyekatan di perbatasan Jateng dan Jabar, Rabu (29/4/2020). Tepatnya, di pos penyekatan exit tol Pejagan, Brebes.

Kapolda didampingi Danrem 071/Wijayakusuma mewakili Pangdam IV/Diponegoro, Bupati Brebes, Kapolres Brebes, Kapolres Tegal, Kapolres Tegal Kota, Dirlantas dan para Pejabat Utama Polda Jateng.

Peninjauan tersebut tidak lain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dalam rangka operasi Ketupat Candi 2020. Peninjauan dilakukan di titik-titik pemantauan lalu lintas, sekaligus titik-titik penyekatan arus mudik yang masuk wilayah Jateng.

Menurut Kapolda, operasi Ketupat Candi 2020 kali ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Seperti kita ketahui saat ini kita masih dilanda pendemi Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Jateng. Oleh karena itu pola pengamanan operasi berbeda, antara operasi Ketupat Candi 2020 dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Kapolda.

Jika tahun sebelumnya melakukan pemantauan masuknya arus mudik dan pengamanan di pusat-pusat keramaian termasuk memastikan kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan aman, bisa berjalan dengan lancar dan baik, namun untuk tahun ini berbeda.

“Tahun ini pola pengamanan kita bukan memantau kelancaran arus mudik, tetapi sebaliknya. Kita melakukan penyekatan terhadap arus mudik.

Penyekatan, kata Kapolda, dilakukan karena pemerintah pusat berkomitmen dalam memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid-19 yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Jateng.

Karena itu, untuk mendukung komitmen tersebut harus mengurangi kegiatan pergerakan manusia. Masyarakat diharapkan tetap menjaga jarak, dan tetap tinggal di rumah. Bahkan, pemerintah telah melarang mudik 2020, terhitung mulai tanggal 24 April lalu.

“Bedasarkan atas kebijakan tersebut, maka tentunya pola operasi ini dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya. Dari pemantauan memberikan kelancaran arus pemudik, menjadi proses penyekatan arus mudik,” ujar Kapolda.

Kapolda menjelaskan, di Jateng terdapat 13 titik sekat, 3 diantaranya berada di wilayah pantura dan sisanya berada di wilayah Jateng bagian selatan dan bagian timur untuk menyekat arus dari timur dan arus dari barat.

Seperti diketahui sebelum memasuki bulan Ramadhan, sejumlah pemudik yang masuk ke Jateng jumlahnya sudah banyak, hampir 700 ribu lebih sebelum operasi ketupat atau sebelum ada larangan mudik.

“Seluruhnya dilakukan pemantauan di semua titik-titik pintu masuk Jateng. Baik dari bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan. Semua dilakukan pencatatan,” ujar Kapolda

Kemudian memasuki Operasi Ketupat Candi 2020 mulai 24 April lalu, kata Kapolda, kurang lebih ada 100 ribu pemudik yang masuk ke Jateng. Sudah dilakukan pemantauan-pemantauan dan dilakukan balik kembali ke Jakarta.

“Hari ini, kurang lebih 40 kendaraan dikembalikan (putar balik) karena mudik. Sedangkan jumlah yang mencoba masuk sejak Operasi Ketupat ini jumlahnya kurang lebih 100 ribuan warga yang masuk ke Jateng,” jelas Kapolda.

Pada kegiatan ini, pihak kepolisian Polda Jateng dan jajaran terus melakukan penyekatan dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik. Meski demikian, pihaknya juga menghimbau kepada anggotanya untuk tetap mengedepankan sikap humanis.

“Saya mengingatkan kepada saudara-saudara kita yang akan masuk Jateng dalam rangka mudik, sebaiknya ikuti imbauan pemerintah, tetap tinggal di tempat dan sayangi diri sendiri maupun orang lain serta sayangi keluarga,” jelas Kapolda.

“Mari kita disiplin, dalam rangka memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus Covid-19 ini. Mari kita disiplin untuk menghentikan supaya virus ini segera hilang dari bumi kita ini,” tambahnya. (Ars/why)

DPRD Kota Semarang Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here