TEMANGGUNG – Lama ditutup karena Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang diterapkan di wilayah Kabupaten Temanggung, kini Pasar Curug Thitang kembali beroperasi.

Namun, protokol kesehatan yang ketat diberlakukan, baik pada pedagang maupun pengunjung pasar yang berada di Desa Nampirejo, Kecamatan Temanggung.

Di sela aktivitasnya bersepeda, Minggu (13/9/2020), anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung, Denty Eka Widi Pratiwi, menyempatkan mampir ke pasar yang hanya buka setiap Minggu Pahing ini.

Dia mengapresiasi kebangkitan aktivitas di pasar itu, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Apalagi, dengan kreativitas dan inovasi dalam mengoptimalkan kearifan lokal.

“Yang khas dari pasar ini adalah kemasannya yang ramah lingkungan, juga Pasar Curug Thithang ini menampilkan berbagai kemasan dari bambu. Ini merupakan program unggulan, di mana keterampilan dan kreatifitas membuat packaging kemasan dari bambu merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan,” ujarnya.

Denty berharap masyarakat mampir ke Pasar Curug Thithang agar dapat melihat secara langsung komoditas yang diperjualbelikan di Pasar Curug Thithang, seperti olahan makanan, kerajinan ataupun seni budaya. Termasuk, mereka yang ingin berwisata edukasi.

“Dengan kebersamaan inilah kita bisa menyelesaikan berbagai persoalan, karena dengan bertemunya orang per orang. Tentu saja dengan tetap taat patuh pada protokol kesehatan, di masa pandemi ini sangat penting untuk bisa kita laksanakan,” katanya.

Ketua Pengelola Pasar Curug Thithang dan Ketua Unit Pariwisata BUMDes Nampirejo, Widya mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan tersebut.

“Sangat luar biasa dan berterima kasih sekali dengan kedatangan Bu Denty. Semoga dengan kedatangan beliau mampu mengangkat Pasar Curug Thithang agar lebih dikenal masyarakat dan potensi wisata Curug Thithang juga lebih dikenal”, ungkapnya.

Dibagikan Masker

Sementara itu, Kepala Desa Nampirejo, Panut Sudarno menjelaskan, Pasar Curug Thitang kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat untuk mencegah penyebaran Covid -19. Bagi masyarakat yang tidak memakai masker dibagikan masker gratis.

“Sebelum masuk diwajibkan mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan untuk mengetahui suhu tubuh kami tes dengan thermogun,“ jelasnya.

Dikatakan, Pasar Curug Thitang ini baru beroperasi dua kali setelah selesai masa PKM yang diterapkan di wilayah Kabupaten Temanggung. Pasar itu menempati alam terbuka, di bawah rindangnya pohon bambu. Suasana lebih memesona dengan keindahan alam di sekitar Curug Thitang. Makanan khas setempat, memanjakan lidah para pengunjung.

Panut berharap, pembukaan kembali Pasar Thintang dapat menambah kesejahteraan masyarakat Desa Nampirejo.

“Mudah- mudahan semakin maju, bertambah inovasi dan menambah kesejahteraan masyakarat Desa Nampirejo, mengingat semua pedagang yang ada merupakan warga Nampirejo. Sehingga perekonomian masyarakat semakin bertambah, semakin sejahtera dan juga semakin maju,” harapnya

Salah satu pengunjung Pasar Curug Thithang, Dewi Lestari (31) mengungkapkan, Pasar Curug Thithang merupakan pasar bernuansa pedesaan yang berada diperbatasan wilayah Kecamatan Temanggung.

“Pasar yang menyediakan jajan ala ndesa atau lokal yang enak dan juga murah. Di samping itu jajanan yang khas orang Nampirejo, yaitu buntil yang rasanya luar biasa,” imbuhnya. (hms/why)

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here