SEMARANG – DPRD Kota Semarang mendorong rencana pembangunan jembatan penghubung Srondol dan Sekaran segera direalisasikan. Rencana proyek pembangunan jembatan penghubung itu sudah mandeg beberapa tahun.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto mengatakan, melihat kondisi lalu lintas di Srondol dan Sekaran, diperlukan sebuah akses yang menghubungkan dua wilayah itu secara langsung. Pembangunan jembatan penghubung itu akan mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut.

‘’Nantinya masyarakat tidak perlu memutar lagi jika mau ke masing-masing wilayah itu. Oleh karena itu, kami akan terus memantau progres pembangunan jembatan tersebut,’’ kata Rukiyanto, Rabu (15/1/2020).

Dia mengungkapkan, proyek itu sudah mandeg beberapa tahun. Karena itu pihaknya mendorong untuk jembatan penghubung Sekaran – Srondol segera direalisasikan.

Untuk anggaran, lanjut Rukiyanto, pembangunan jembatan akan menggunakan dana dari pemerintah pusat. Sementara untuk Pemkot Semarang hanya mempersiapkan terkait pembebasan lahan.

“Anggaran pembebasan lahan masih menunggu tim appraisal dulu nanti anggarannya berapa baru menyesuaikan,” ungkapnya.

Tidak hanya jalur Srondol – Sekaran, kalangan DPRD Kota Semarang juga mendorong supaya realisasi pembangunan jalur tembus di Jalan Gatot Subroto-Manyaran bisa segera terealisasi. Seperti diketahui, saat ini progres dari proyek tersebut baru saja menyelesaikan pembebasan lahan.

‘’Tim appraisalnya sudah selesai, total Rp 60 miliar. Ini merupakan terobosan bagus untuk mengurai kemacetan,’’ tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengatakan, pembangunan jalur yang menghubungkan Srondol dan Sekaran akan direalisasikan di tahun 2020 ini. Menurutnya, progres saat ini sudah memasuki tahap pembebasan lahan.

‘’Sudah dalam pembebasan lahan, total ada 4 lahan yang tinggal kami bayar dan tinggal menunggu tim appraisal,’’ katanya.

Lebih lanjut, Sih Rianung mengungkapkan, untuk pembiayaan pembangunan proyek jembatan Sekaran – Srondol tersebut berasal dari dana APBN.

“Kami mensuport penuh program dari pemerintah pusat, karena jembatan ini ke depan akan mempermudah akses antara Gunungpati dan Banyumanik,” ungkapnya.

Setidaknya jembatan tersebut memotong akses dari Gunungpati yang sebelumnya ke Banyumanik harus melewati Ungaran atau Jatingaleh. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, pembangunan jembatan juga akan membuka akses pertumbuhan ekonomi di dua wilayah tersebut.

“Juga akan menyambungkan kampus Undip (Universitas Diponegoro) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Aksesibilitas dua wilayah tersebut memang sudah ditunggu oleh masyarakat Kota Semarang, khususnya di Sekaran dan Banyumanik,” katanya.

Adapun rutenya melintasi sepanjang Srondol, Banyumanik, hingga Sekaran, Gunungpati. “Dari Durian Raya (Banyumanik) lewat Simpang Srondol, kemudian ke Sekaran,” ungkapnya.
Sementara untuk proses pelelangan pengerjaan juga dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (duh)

pimpinan dewan bersama melawan corona

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here