ilustrasi

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang diharapkan untuk memanfaatkan aset-aset yang dimiliki yang selama ini masih mangkrak atau tidak digunakan secara maksimal. Banyak aset-aset tersebut yang berada di wilayah atau lokasi strategis di tengah kota.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wahyoe Winarto mengatakan, di antara aset strategis di tengah kota yang selama ini tidak dimanfaatkan maksimal misalnya eks Wonderia dan eks Pasar Dargo. Ia mendorong pemkot memaksimalkan aset-aset tersebut.

‘’Pemanfaatannya bisa digunakan untuk pembangunan gedung pemerintahan atau mengundang investor untuk berinvestasi di tempat itu,” kata pria yang akrab disapa Liluk tersebut, Selasa (21/1/2020).

Lebih lanjut, dia pun berharap ada kemudahan-kemudahan dari pemkot terkait perizinan dan pelayanan lainnya, jika ada investor yang akan masuk untuk berinvestasi khususnya untuk memanfaatkan aset-aset mangkrak.

“Kemudahan jika investor mau masuk itu penting. Karena akan membuat investor tertarik untuk berinvestasi di kota ini,” tegas politisi Partai Demokrat ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebelumnya memang telah membuka kesempatan bagi para investor yang akan memanfaatkan eks-Wonderia sebagai objek berinvestasi. Ia menyatakan pencapaian Kota Semarang sedang dalam tren yang positif.

‘’Hari ini Kota Semarang sedang ada dalam tren positif dengan berbagai pencapaian, namun kami masih ada beberapa pekerjaan rumah untuk memaksimalkan sejumlah aset Pemerintah Kota Semarang salah satunya eks-Wonderia,” kata wali kota yang akrab disapa Hendi beberapa waktu lalu.

Wonderia disebutkan Hendi merupakan sebuah Theme Park yang diresmikan pada tahun 2007. Dengan lokasi strategis pada jantung ibu kota Jawa Tengah, Wonderia sempat menjadi destinasi wisata unggulan Kota Semarang.

Namun eksistensi Wonderia tidak bertahan lama. Terkendala berbagai permasalahan dalam pengelolaan, Wonderia kemudian tak maksimal beroperasi selang beberapa waktu setelah diresmikan.

Kondisi taman bermain yang ada di aset milik Pemerintah Kota Semarang seluas 9 hektare itu pun kemudian mangkrak. Pemerintah Kota Semarang lantas mengambil keputusan untuk menghentikan kontrak pengelola Wonderia untuk aset di Jalan Sriwijaya Nomor 29 itu pada tahun 2017.

Hendi menegaskan, bahwa eks-Wonderia menjadi salah satu aset yang paling berpotensi untuk dikelola. Karena pemerintah saat ini memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung sektor pariwisata. (duh)

pimpinan dewan bersama melawan corona

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here