TEGAL – Pusat jajanan serba ada (Pujasera) dan tempat parkir khusus akan segera dibangun di pusat Kota Tegal, tepatnya di sebelah selatan alun-alun. Sehingga pedagang kaki lima (PKL) dan kendaraan yang parkir, bisa ditata lebih tertib.

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, pihaknya akan mambangun Pujasera dan tempat parkir di sebelah timur Balai Kota Tegal, Jalan KH Wahid Hasyim. Untuk itu pihaknya memanfaatkan lahan milik Pemprov Jateng, melalui kerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) dalam pemanfaatan bidang tanah milik Perusda CMJT untuk kegiatan perekonomian Kota Tegal

“Nantinya para PKL akan kami alihkan ke Pujasera, dan juga untuk tempat parkir mobil dan motor akan berada di lokasi Pujasera. Lahan milik CMJT akan kita kelola, untuk kita bangun Pujasera atau pusat kuliner, dan juga tempat parkir,” kata Dedy usai melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemkot Tegal dengan Perusda CMJT, di Gedung Pramuka, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (2/7/2020).

Ditambahkan, lahan itu memiliki luas 4.817 meter persegi. Rencananya PKL yang saat ini berjualan di seputaran alun-alun, akan dialihkan ke Pujasera. Sedangkan, kendaraan yang biasanya parkir di alun-alun, nantinya akan ditempatkan di tempat khusus. Untuk kapasitas Pujasera, Dedy menyampaikan bisa menampung hingga sekitar 500 orang pedagang.

Pemkot Tegal, katanya, saat ini memang tengah berencana menertibkan PKL dan kendaraan yang parkir mulai dari alun-alun sampai dengan Taman Pancasila.

“Pengguna jalan hanya diperbolehkan melintas, namun dilarang untuk parkir,” jelas Dedy.

Sementara, Direktur Utama Perusda CMJT, Agung Rochmadi, menyampaikan pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkot Tegal. “Jadi aset kami yang ada di Kota Tegal, nantinya akan dikerjasamakan dengan prinsip mengikuti ketentuan yang berlaku. Sekaligus untuk pembenahan wajah Kota Tegal,” pungkas Agung. (hms/why)

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here