PURWOREJO – Sektor ekonomi Kabupaten Purworejo terus disiapkan menyambut diterapkannya new habit atau kebiasaan baru pascatanggap darurat Covid-19. Salah satunya, potensi pembuatan kerajinan panahan yang ada di Desa Kemiri Lor, Kecamatan Kemiri.

Kerajinan ini merupakan salah satu potensi sektor ekonomi, khususnya wisata, di Kabupaten Purworejo. Alat panah yang dihasilkan, bahkan direncanakan akan menembus pasar ekspor di Malaysia. Untuk itu, para perajin mesti bersiap beraktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kerajinan panahan ini potensi yang luar biasa di Kabupaten Purworejo. Ini perlu diperhatikan dan dikembangkan terus,” tutur Bupati Purworejo, Agus Bastian saat berkunjung ke sejumlah desa di Kecamatan Kemiri, Sabtu (13/6/2020).

Selain kerajinan panahan, lanjut bupati, Kecamatan Kemiri juga memiliki potensi wisata alam Argo Belah di Desa Purbayan. Ditambah lagi potensi pembibitan tanaman. Sepanjang jalan, bupati melihat banyak rumah yang mengembangkan bibit tanaman.

“Potensi Argo Belah ini cukup bagus, pemandangannya indah. Saya harap segera lengkapi fasilitas bagi pengelola dan pengunjung sesuai protokol kesehatan, wajib pakai masker,” tandasnya.

Agus menambahkan, lebih dari tiga bulan terakhir di masa pandemi Covid-19, perekonomian Kabupaten Purworejo tersendat, karena masyarakat dipaksa mengurangi aktivitas perekonomian.

Kini saatnya new habit, masyarakat bisa beraktivitas namun dengan memperhatikan protokol kesehatan. Di antaranya, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Silakan beraktivitas dengan protokol kesehatan,” pesannya singkat. (hms/why)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here