MAGELANG – Tugas pengamanan perbatasan negara merupakan salah satu tugas pokok TNI AD dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana tercantum dalam UU RI Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Terkait hal itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari melakukan pengecekan kesiapan para prajurit Yonarmed-3/105 Tarik Magelang yang akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), Jumat (17/7/2020).

Dalam kunjungan tersebut Pangdam menegaskan, bahwa tugas adalah suatu kehormatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Negara kepada para prajurit terpilih, karena tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan penugasan seperti ini.

“Dalam pelaksanaan tugas nanti, segera laksanakan orientasi wilayah penugasan, pelajari karakteristik medan dan situasi serta kondisi daerah setempat. Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang berkaitan dengan kondusifitas wilayah perbatasan, khususnya pada aspek keamanan masyarakat dapat segera diatasi dengan mengambil tindakan yang tidak bertentangan dengan HAM,” tegasnya.

Pangdam juga miminta kepada anggota Satgas sebanyak 400 personel yang telah melaksanakan Pratugas ini dapat menyelesaikan masalah sosial dengan pendekatan budaya dan adat istiadat setempat.

“Para prajurit harus bisa menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat di daerah penugasan untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan negara. Jangan ambil peran para tokoh masyarakat disana, tetapi dorong mereka untuk memberikan semangat kepada warganya membela tanah air,” tuturnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut para prajurit juga dihimbau untuk memahami adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di daerah penugasan dengan berpedoman pada Delapan Wajib TNI. (Ars)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here