SEMARANG – Penanganan kasus dugaan ujaran kebencian bernada SARA oleh Ditreskrimsus Polda Jateng yang diduga melibatkan RWS, oknum pengacara di Kota Semarang, hingga kini belum ada kejelasan.

Untuk itu, ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN) Markas Komando Wilayah Jateng menyatakan dukungannya kepada Polda Jateng untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut.

Ormas PGN Jateng juga mendesak Ditreskrimsus Polda Jateng untuk segera menuntaskan kasus tersebut karena berpotensi merusak persatuan dan kesatuan Indonesia.

“Kami mendukung dan mendesak untuk segera menuntaskan kasus itu, karena berpotensi memecah belah persatuan dan kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua PGN Jateng, Bagoes Soedihartono dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/5/2021).

Dukungan sekaligus desakan agar kasus ujaran kebencian melalui unggahan status di media sosial Facebook itu disampaikan PGN Jateng secara resmi melalui surat bernomor 017/SD-PGN/V/2021 tertanggal 1 Mei 2021.

Surat tersebut telah dikirimkan kepada Kapolda Jateng dan ditembuskan ke Kapolri dan Markas Komando Pusat Patriot Garuda Nusantara (PGN), Senin (3/5/2021). Surat dukungan disampaikan dalam pertemuan dengan Kapolda Jateng di ruang kerjanya.

Bagoes menuturkan, kasus ujaran kebencian itu saat ini menjadi perhatian banyak kalangan, termasuk PGN Jateng. Terlebih, Ditreskrimsus Polda Jateng terkesan lamban dalam menanganinya.

“Harusnya kasus seperti itu segera diselesaikan agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Kami juga berharap oknum pengacara yang sudah ditetapkan tersangka agar segera ditahan dan dilimpahkan ke Kejaksaan,” harapnya.

Jika perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan berkas perkara dinyatakan lengkap (P.21), maka kasusnya bisa segera disidangkan. Sehingga nantinya akan ada kepastian hukum terkait kasus tersebut.

“Yang pasti, kami percayakan penanganannya ke polisi, dan kami juga siap mengawal kasus tersebut hingga ke meja hijau,” tegasnya.

Seperti diberitakan, kasus ujaran kebencian bernada SARA melalui unggahan status di Facebook tersebut dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jateng yang teregister Nomor: LP/B/39/I/2021/Jateng/Ditreskrimsus, pada September 2020 lalu.

Akun Facebook pengunggah status diduga kuat milik oknum pengacara yang berinisial RWS. Dalam penanganannya, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng telah menetapkan RWS sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Dalam penanganannya, penyidik menetapkan status penyidikan dengan menetapkan RWS sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP.Sidik/155/II/2021/Reskrimsus pada 3 Februari 2021.

Pelapor, M Dias Saktiawan menyebut, ditemukan akun media sosial Facebook yang diduga kuat milik RWS. Melalui akun Facebook pribadinya, RWS mengunggah status yang diduga ujaran kebencian berbau SARA.

Dias menyebut ada sekitar dua sampai tiga unggahan yang saling berkaitan sebelum akhirnya dihapus oleh pemilik akun. Hanya saja sebelum status dihapus, pihaknya telah menyalin status unggahan dan menjadikannya barang bukti. (*)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here