Suasana sidang gugatan perdata inisiator dan fasilitator pemilihan pengurus TITD Kwan Sing Bio Tuban 201-2022.

TUBAN – Kasus gugatan perdata yang diajukan Bambang Djoko Santoso, terhadap sembilan orang inisiator dan fasilitator pemilihan pengurus TITD Kwan Sing Bio (KSB) Tuban dan Tjoe Ling Kiong (TLK) 2019-2022 telah diputus.

Pengadilan Negeri (PN) Tuban mengabulkan gugatan penggugat sebagian, Kamis (30/7/2020). Humas PN Tuban, Donovan Akbar Kusuma mengatakan, pihaknya menyatakan para tergugat baik secara bersama-sama maupun masing-masing sendiri telah melakukan perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan AD/ART TITD KSB dan TLK Tuban.

Tergugat 1-9, baik secara bersama-sama maupun masing-masing sendiri yang dengan tanpa hak, tanpa dasar dan niat kesengajaan untuk melanggar hukum organisasi AD/ART TITD KSB dan TLK Tuban.

Mereka telah mendaulat dirinya sebagai inisiator dan fasilitator pemilihan pengurus dan penilik TITD KSB TLK Tuban periode 2019-2022, yang tidak sesuai kapasitas berdasarkan AD/ART adalah tidak sah.

Selain itu menandatangani surat undangan pemilihan pengurus dan penilik TITD KSB dan TLK Tuban tertanggal 08-10-2019 kepada Umat Anggota pilihannya, serta menunjuk tergugat 9 dan tergugat 10 secara aklamasi sebagai Ketua Umum dan Ketua Penilik periode 2019-2022 adalah perbuatan melawan hukum. 

“Tio Eng Bo (Mardjojo) sebagai ketua dan Tan Mi Ang sebagai ketua penilik 2019-2022 adalah tidak sah, cara yang dilakukan tidak sesuai AD/ART. Menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara Rp 2.436.000,” ucap Donovan, Jumat (31/7/2020). 

Klenteng Kwan Sing Bio di Tuban

Sementara itu, kuasa hukum penggugat Bambang Djoko Santoso, Heri Tri Widodo menyatakan, pihaknya mengapresiasi majelis hakim yang telah bertindak adil, bijaksana dan profesional dalam memeriksa, mengadili, dan memutus perkara ini.

Menurutnya, majelis hakim telah memberikan hak yang sama kepada penggugat maupun kepada para tergugat untuk membuktikan kebenaran akan dalil gugatan dan bantahannya.

“Tata cara pemilihan yang dilakukan oleh Mardjojo selaku Ketua Umum dan Tan Mi Ang Ketua Penilik, telah melanggar aturan atau inkonstitusional, jelas batal demi hukum. Saya mengapresiasi atas putusan hakim,” ucap Heri seperti rilis kepada Jatengekspos.com.

Mardjojo salah satu tergugat yang juga ketua umum 2019-2022 hasil inisiator dan fasilitator menyatakan, putusan pengadilan ngambang tidak jelas.

Kalau tidak ada fasilitator dan inisiator terus siapa yang memimpin dan kalau tidak sah di AD/ART pasal berapa.

“Jelas sekali hakim tidak cermat dalam hal itu, putusan ngambang,” ungkap Mardjojo.

Ketua Penilik Demisioner TITD Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro meminta, hendaknya semua kembali menjadi umat yang baik, menjunjung tinggi kepercayaan dan taat pada ajaran agama dan aturan hukum yang ada.

“Keadilan itu nyata dan akan berpihak pada kebenaran, mari bergandengan agar umat hidup tentram dan damai,” tegas Alim.

Sekadar diketahui, Bambang Djoko Santoso salah satu umat kelenteng mengajukan permohonan gugatan perdata ke PN Tuban terkait proses pemilihan pengurus dan penilik baru yang dinilai melanggar aturan dan inkonstitusional.

Ada sembilan orang sebagai inisiator dan fasilitator yang yang digugat oleh Bambang Djoko Santoso.

Di antaranya, Lioe Pramono, Erni Muliana, Henniyanto, Mardjojo, Lie May Tjoe, Lie Andi Saputra, Harianto Wiyano, Mulyono Sudjoko, dan Gunawan Putra Wirawan. Serta tergugat 10 Tan Mi Ang, selaku Ketua Penilik TITD KSB dan TLK.

Dalam pemilihan tersebut disepakati Tio Eng Bo atau Mardjojo ditunjuk sebagai Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban periode 2019-2022. Sedangkan Tan Ming Ang sebagai Ketua Penilik Kelenteng.*

DPRD Kota Semarang Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here