SEMARANG – Polda Jateng meluncurkan program orang tua asuh dan anak asuh pelajar/mahasiswa Papua di Jateng. Program ini bertujuan sebagai sarana silaturahmi Polri dengan pelajar/mahasiswa asli Papua.

Program tersebut dilaunching langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi di Patra Semarang Hotel & Convention.

Hadir dalam kegiatan ini, staf pengajar UKSW Frans YS Rumino, tokoh Papua di Semarang Simon Sadrakh, perwakilan perbakin dan sejumlah perwakilan anak asuh Papua.

Kapolda Jateng menjelaskan tujuan membuat program tersebut untuk mempererat silaturahmi antara Polda Jateng dengan pelajar/mahasiswa asli Papua.

Selain itu sebagai wadah diskusi dan tukar pikiran apabila timbul permasalahan sehingga terjalin kerja sama yang aktif untuk bersama-sama mewujudkan Kamtibmas di Jateng.

“Program ini memberi kepastian bagi keluarga mahasiswa yang berada di Papua. Mereka tidak usah lagi khawatir dengan anak-anak dan keluarganya di Jateng, karena kondisi disini tetap aman,” katanya.

Program ini, lanjut Kapolda, dibuat menyusul dilaksanakan Otonomi Khusus Jilid II di Papua yang mendapat respon dari orang asli Papua di berbagai daerah di Indonesia terutama di Jateng.

“Kami jamin rasa aman dan tentram untuk adik-adik kita, saudara-saudara kita mahasiswa dari Papua ini sehingga kami berharap bisa mempermudah komunikasi dalam segala hal. Tentu saja agar kita bersama bisa hidup saling berdampingan dan nyaman di wilayah Jateng,” jelasnya. (Ars)

Selamat Hari Pahlawan

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here