SEMARANG – Komandan Pomdam IV/Diponegoro, Kolonel CPM Salidin SH MHum mengatakan, jumlah pelanggaran disiplin yang dilakukan prajurit TNI AD di wilayah Kodam IV/Diponegoro pada 2019 mengalami penurunan hingga 31,69 persen, atau 97 perkara.

“Secara umum keadaan perkara itu menurun. Jumlah pelanggaran di tahun 2018 sebanyak 142 perkara. Tahun 2019 menurun menjadi 97 perkara, atau 31,69 persen mengalami penurunan signifikan. Artinya, sebaliknya tingkat disiplin prajurit itu meningkat,” terang Salidin seusai upacara gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TA 2020 di lapangan Mapomdam IV/Diponegoro, Semarang, belum lama ini.

Operasi Gaktib dan Yustisi ini mengusung tema “Dengan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2020, Polisi Militer Siap Meningkatkan Ketaatan Hukum, Disiplin dan Tata Tertib Prajurit Guna Membangun TNI yang Profesional dan Menjadi Kebanggaan Rakyat Menuju Indonesia Maju”.

Ia merinci, angka pelanggaran yang menonjol yakni desersi sebanyak 31 perkara, kedua tidak hadir tanpa ijin (THTI) sebanyak 12 perkara dan penipuan 6 perkara. Jika dibanding tahun 2018, desersi 37 perkara, THTI 6 perkara, penipuan 13 perkara, penganiayaan 12 perkara, asusila 11 perkara, kecelakaan lalu lintas 9 perkara dan perzinahan 7 perkara.

“Kami bersyukur selama tahun 2019 perkara penganiayaan, asusila, kecelakaan lalu lintas dan perzinahan tidak ada,” ungkap Salidin.

Untuk penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, Pomdam IV/Diponegoro menangani 1 perkara. Sedangkan di tahun 2018 ada 4 perkara. (Ars)

pimpinan dewan bersama melawan corona

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here