KLATEN‎ – Rencana pembangunan proyek jalan tol Solo-Yogyakarta dipastikan tidak akan mengakibatkan adanya daerah yang terisolasi. Selain itu, juga tidak berimbas terhadap jaringan irigasi.

Hal tersebut disampaikan Tim Pelaksana Pengadaan Tanah untuk Tol Solo-Yogyakarta, Endro Hudiyono, saat melakukan sosialisasi dan konsultasi publik di wilayah Kabupaten Klaten, baru-baru ini.

Kali itu sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Tarubasan Kecamatan Karanganom, Desa Pepe dan Desa Kahuman Kecamatan Ngawen. Tim terdiri dari unsur Pemprov Jawa Tengah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), PPK Tol Solo-Yogyakarta (Kementerian PU PR), serta Pemkab Klaten.

Endro mengatakan, pemerintah sudah mempertimbangkan adanya kekhawatiran adanya lokasi yang terisolasi dan terganggunya jaringan irigasi. Untuk itu, pemerintah berupaya agar kekhawatiran tersebut tidak terjadi.

“Tak perlu khawatir, pemerintah sudah mempertimbangkan itu. Dipastikan tidak ada yang terisolir, sudah dipertimbangkan akses jalannya. Dan, juga jaringan irigasi untuk pertanian,” ujarnya.

Untuk akses jalan antisipasi lokasi terisolasi dan jaringan irigasi sudah tertuang dalam desain rencana pembangunan jalan tol. Kendati demikian, nanti masih akan dilakukan pengecekan kembali saat identifikasi di lapangan.

“Walaupun didesain perencanaan sudah ada, tapi tetap akan dilakukan pendataan saat identifikasi,” lanjutnya.

Endro menambahkan, untuk masyarakat yang lahannya terdampak rencana pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta untuk dapat menyiapkan surat-surat atau bukti kepemilikan.

“Selain surat kepemilikan lahan, juga perlu disiapkan bukti identitas diri, seperti KTP, KK dan sebagainya. Untuk waris agar dikomunikasikan dengan ahli waris yang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Endro juga meminta masyarakat agar tidak mudah menerima informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terkait rencana pembangunan jalan tol.

“Apabila ada yang perlu ditanyakan agar langsung komunikasi dengan kami, atau pemdes. Jangan sampai mencari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Sementara, Camat Ngawen, Anna Fajria H mengatakan, sosialisasi dan konsultasi publik tentang rencana pembangunan tol Solo-Yogyakarta mendapat antusiasme dari masyarakat.

“Itu terbukti dari tingkat kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini,” paparnya.

Di Kecamatan Ngawen, ada sembilan desa dengan 825 bidang lahan yang akan dilalui jalan tol Solo-Yogyakarta.

“Kami berharap proyek strategis nasional ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Klaten, lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” tandasnya. (hms/why)

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here