Sinci Gus Dur Terdapat di Altar Boen Hian Tong

0
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menghadiri perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di gedung Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong atau Rasa Dharma, Gang Pinggir, Kawasan Pecinan Semarang, Minggu (9/2/2020).

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kegiatan Rasa Dharma yang dinilai selalu memberikan bantuan dan manfaat bagi warga Kota Semarang tanpa membeda-bedakan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara Perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di gedung Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong atau Rasa Dharma, Gang Pinggir, Kawasan Pecinan Semarang, Minggu (9/2/2020).

Ada yang menarik dari gedung pertemuan Rasa Dharma tersebut. Gedung yang merupakan tempat berkumpulnya warga Tionghoa yang diyakini tertua di Semarang sejak 1876 itu, pada altar sembahyangnya terdapat sebuah sinci atau papan bertuliskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang notabene tokoh muslim Indonesia.

Dipasang sejak Agustus 2014, adanya nama presiden ke-4 RI tersebut diharapkan agar selalu didoakan oleh banyak orang yang menghormatinya.

Wali kota yang akrab disapa Hendi menekankan, bahwa kebersamaan dalam kegiatan Rasa Dharma tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa persaudaraan sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia dan Kota Semarang.

“Tidak ada lagi minoritas dan mayoritas, yang ada adalah kita semua sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia,” ungkap Hendi yang juga merupakan Ketua PDIP Kota Semarang dan kader NU itu.

Karenanya, dia mengajak seluruh anggota paguyuban, etnis Tionghoa dan seluruh warga untuk menjaga kebersamaan, kerukunan, kondusivitas yang telah terjaga baik selama ini. Komunikasi juga harus dijaga agar kondusifitas terus berlanjut.

Sementara itu dalam kegiatan yang dilaksanakan di gedung perkumpulan paguyuban, Jalan Gang Pinggir ini diikuti ratusan anggota dan warga masyarakat. Berbagai agenda mulai dari jamuan Tuk Panjang, lontong Cap Go Meh, pengobatan gratis, pijat refleksi dan pijat akupunktur hingga pembagian sembako gratis mengisi kegiatan baksos ini.

Tak hanya merayakan Cap Go Meh, baksos juga menjadi agenda dalam merayakan HUT ke-144 Paguyuban Sosial Rasa Dharma yang telah berdiri sejak tahun 1876. 

“Apa yang dilakukan paguyuban sosial Rasa Dharma ini perlu diapresiasi dan ditiru oleh organisasi sosial lainnya. Merayakan ulang tahun organisasi sekaligus merayakan Cap Go Meh dengan bhakti sosial dan memberikan bantuan kepada masyarakat tentu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Hendi.

Lebih lanjut, menurut Hendi kontribusi paguyuban Rasa Dharma ini juga merupakan bagian dari konsep bergerak bersama untuk menjadikan Kota Semarang semakin baik dan semakin hebat.

Anggaran kesehatan yang sudah diwujudkan melalui berbagai program kesehatan bagi warga, akan semakin maksimal dengan adanya dukungan program dari organisasi sosial masyarakat seperti Rasa Dharma ini. (duh)

hidup 100% di era new normal sadar sehat produktif dan bahagia tanpa narkoba

BERI TANGGAPAN

Please enter your comment!
Please enter your name here