JATENGEKSPOS.COM – Upaya menjaga kelestarian ekosistem laut di Karimunjawa terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang mendukung rehabilitasi terumbu karang di Perairan Tanjung Gelam, Taman Nasional Karimunjawa, Jepara.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports Konservasi Bahari, rehabilitasi dilakukan pada area seluas 100 meter persegi.
Kegiatan transplantasi terumbu karang berlangsung pada 4–5 September 2026 dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-2 PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).
Program tersebut dilaksanakan bersama Balai Taman Nasional Karimunjawa dan komunitas lokal Omah Karang yang selama ini aktif melakukan konservasi serta restorasi terumbu karang di kawasan Karimunjawa.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 1.300 fragmen karang jenis Acropora spp. dan Porites spp. ditanam pada media rehabilitasi yang telah dipasang di lokasi.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan rehabilitasi tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan ekosistem terumbu karang sekaligus memperluas tutupan karang hidup di kawasan tersebut.
“Sebanyak 1.300 fragmen karang jenis Acropora spp. dan Porites spp. ditanam dan dipasang pada media rehabilitasi yang telah ditempatkan di lokasi transplantasi,” ujar Sulistyo.
Untuk mendukung proses rehabilitasi, tim memasang 100 unit spider web dan satu unit biorock sebagai media rehabilitasi terumbu karang.
Menurut Sulistyo, keberadaan media tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan habitat yang lebih baik bagi berbagai jenis biota laut.
Jaga Laut, Dukung Pariwisata Karimunjawa
Regional CEO Kantor Regional IV, Rahadian D. Yogisworo, mengatakan Karimunjawa memiliki kekayaan bahari yang menjadi aset penting bagi lingkungan sekaligus pariwisata.
“Karimunjawa merupakan salah satu destinasi dengan kekayaan bahari yang luar biasa, sehingga rehabilitasi terumbu karang menjadi langkah konkret untuk memastikan potensi tersebut dapat terus dinikmati oleh masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menilai keberlanjutan ekosistem laut perlu dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sulistyo menambahkan, konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, Balai Taman Nasional Karimunjawa, komunitas lokal dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga ekosistem.
“Konservasi lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui program ini, kami melihat bagaimana perusahaan, Balai Taman Nasional, komunitas, dan stakeholder daerah dapat bergerak bersama untuk memberikan manfaat bagi ekosistem,” katanya.
Rehabilitasi terumbu karang tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan transplantasi. Pemantauan dan pengembangan kawasan juga diperlukan agar upaya konservasi memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem laut dan masyarakat Karimunjawa.
Selain memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, Karimunjawa juga merupakan salah satu destinasi wisata yang berpotensi mendukung perekonomian masyarakat.
Karena itu, menjaga kesehatan ekosistem laut menjadi bagian penting dalam memastikan pariwisata Karimunjawa tetap tumbuh sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.(rd)









