JATENGEKSPOS.COM – Sebanyak 170 siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang mengikuti pelatihan public speaking untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang digelar Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) tersebut berlangsung di aula sekolah, Jumat (16/10/2026).
Pelatihan bertajuk “Peningkatan Keterampilan Public Speaking dalam Penyampaian Informasi Risiko Kesehatan melalui Media Online” ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan menyampaikan edukasi kesehatan secara jelas, menarik, dan mudah dipahami.
Ketua Tim PkM USM, Dr. Kharisma Ayu Febriana, menjelaskan bahwa keterampilan berbicara di depan publik menjadi bekal penting bagi calon tenaga farmasi. Selain memahami informasi kesehatan, siswa juga perlu mampu mengomunikasikannya dengan baik kepada masyarakat.
Menurutnya, kemampuan tersebut tidak hanya dibutuhkan dalam komunikasi tatap muka, tetapi juga ketika menyampaikan informasi melalui media digital.
Dengan keterampilan komunikasi yang memadai, calon tenaga farmasi diharapkan dapat membantu masyarakat memahami informasi kesehatan secara lebih efektif.
Siswa Belajar Empat Pilar Public Speaking
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai empat aspek utama public speaking, yakni penguasaan materi, bahasa tubuh, teknik vokal, dan kesiapan mental.
Materi disampaikan oleh Fajriannoor Fanani, M.I.Kom. Para siswa diperkenalkan pada teknik komunikasi yang dapat membantu mereka tampil lebih percaya diri sekaligus menyampaikan pesan secara terstruktur.
Penguasaan materi menjadi dasar agar informasi yang disampaikan tetap sesuai dengan substansi. Sementara itu, bahasa tubuh, artikulasi, intonasi, dan pengaturan tempo membantu pesan diterima dengan lebih jelas oleh pendengar.
Selain mendapatkan materi secara teori, siswa juga mengikuti simulasi praktik untuk menguji kemampuan berbicara di depan publik.
Delapan Siswa Ikuti Simulasi Membacakan Berita
Sesi praktik dipandu oleh Suhariyanto, M.I.Kom. Dalam sesi ini, delapan siswa tampil secara bergantian untuk mempraktikkan teknik membacakan berita.
Mereka berlatih mengatur artikulasi, intonasi, tempo bicara, serta ekspresi wajah agar informasi dapat disampaikan secara jelas dan menarik.
Simulasi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan materi yang telah dipelajari sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan orang lain.
Tim PkM USM berharap pelatihan ini dapat membantu siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang mengembangkan keterampilan komunikasi yang berguna dalam bidang kesehatan.
Ke depan, para siswa diharapkan mampu berperan sebagai edukator kesehatan yang dipercaya masyarakat, baik melalui komunikasi langsung maupun pemanfaatan media digital.
Kemampuan menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami dinilai menjadi bekal penting bagi calon tenaga farmasi dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat mengenai risiko kesehatan.(rd)









