JATENGEKSPOS.COM – Secangkir kopi kerap menjadi andalan untuk memulai aktivitas. Kandungan kafein di dalamnya dikenal mampu membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah.
Namun, manfaat kopi ternyata tidak berhenti pada efek tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi juga berkaitan dengan kondisi kesehatan hati.
Temuan ini cukup menarik mengingat hati merupakan salah satu organ vital yang bekerja sepanjang waktu. Organ tersebut berperan dalam metabolisme nutrisi, mengolah berbagai zat, serta membantu tubuh menjalankan sejumlah fungsi penting lainnya.
Menjaga hati tetap sehat menjadi penting karena kerusakan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut atau fibrosis.
Dalam kondisi yang semakin berat, fibrosis dapat berkembang menjadi sirosis. Kerusakan tersebut dapat mengurangi kemampuan hati menjalankan fungsinya dan meningkatkan risiko berbagai komplikasi kesehatan.
Risiko Fibrosis dan Sirosis Bisa Lebih Rendah
Penelitian mengenai hubungan antara konsumsi kopi dan penyakit hati telah dilakukan dalam berbagai populasi. Hasil sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko lebih rendah mengalami fibrosis lanjut dan sirosis.
Meta-analisis juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi kopi dan penurunan risiko penyakit hati kronis. Meski demikian, tingkat manfaat tidak selalu sama pada setiap orang.
Ahli gizi Johannah Katz, M.A., RD, mengatakan bahwa manfaat kopi terhadap risiko fibrosis dan sirosis merupakan salah satu temuan yang cukup konsisten dalam penelitian.
“Kopi dapat mengurangi risiko fibrosis dan sirosis hati,” kata Katz, dikutip dari Verywell Health.
Efek tersebut diperkirakan berkaitan dengan berbagai senyawa bioaktif yang terdapat di dalam kopi. Jadi, manfaatnya tidak hanya berasal dari kandungan kafein.
Mengandung Senyawa Antioksidan
Kopi mengandung sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, termasuk asam klorogenat dan melanoidin.
Antioksidan membantu melindungi sel dari stres oksidatif yang terjadi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk menetralisirnya.
Stres oksidatif yang berlangsung dalam waktu lama dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel dan peradangan.
Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam kopi diduga menjadi salah satu faktor yang membuat minuman tersebut berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap hati.
Bisa Berkaitan dengan Kadar Enzim Hati
Kondisi hati juga dapat dilihat melalui sejumlah parameter dalam pemeriksaan darah. Dua di antaranya adalah ALT dan AST.
Ketika terjadi kerusakan atau peradangan pada sel hati, kadar kedua enzim tersebut dapat meningkat. Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan kadar enzim hati yang lebih rendah pada kelompok tertentu.
Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan efek perlindungan terhadap sel hati, meskipun konsumsi kopi tentu tidak dapat dijadikan satu-satunya cara untuk mencegah penyakit hati.
Berpotensi Menurunkan Risiko Hati Berlemak
Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami penyakit hati berlemak yang berhubungan dengan gangguan metabolisme atau yang kini dikenal sebagai MASLD.
MASLD terjadi ketika lemak menumpuk di dalam hati. Kondisi tersebut banyak berkaitan dengan faktor seperti pola makan, berat badan, aktivitas fisik, dan kesehatan metabolik.
Dalam konteks ini, kopi berpotensi menjadi salah satu bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan hati. Namun, manfaat tersebut tetap harus diiringi dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik.
Jangan Rusak Manfaat Kopi dengan Terlalu Banyak Gula
Cara mengonsumsi kopi juga tidak kalah penting.
Kopi hitam tanpa gula memiliki komposisi yang berbeda dengan minuman kopi yang ditambahkan banyak gula, sirup, krimer, atau topping.
Asupan gula dan kalori yang terlalu tinggi justru dapat berdampak buruk terhadap kesehatan metabolisme apabila dikonsumsi terus-menerus.
Karena itu, jika ingin menjadikan kopi sebagai bagian dari pola hidup sehat, pilihan kopi dengan sedikit atau tanpa tambahan gula dapat menjadi alternatif yang lebih baik.
Tetap Bukan Pengganti Pengobatan
Berbagai penelitian mengenai kopi memang memberikan gambaran positif terhadap kesehatan hati. Namun, bukan berarti kopi dapat digunakan untuk mengobati penyakit hati.
Orang yang sudah mengalami penyakit hati tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi medisnya.
Kopi sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu bagian dari gaya hidup, bukan sebagai terapi utama.
Menjaga berat badan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin bergerak, tidur cukup, dan menghindari kebiasaan yang dapat merusak hati tetap menjadi langkah penting.
Dengan kata lain, menikmati kopi setiap hari boleh saja. Bahkan, bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut mungkin memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan hati. Namun, manfaat tersebut akan lebih berarti jika disertai pola hidup sehat secara menyeluruh.(rd)











