JATENGEKSPOS.COM – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang di kawasan Bukit Kencana Jaya perlu melakukan penyesuaian penggunaan air. Perumda Tirta Moedal menerapkan sistem penggiliran aliran air sementara menyusul adanya fluktuasi air baku.
Penggiliran dilakukan dengan pola dua hari sekali dan mulai berlaku sejak 13 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Dalam skema tersebut, pelanggan dibagi menjadi dua kelompok wilayah. Kelompok pertama mendapatkan aliran air pada tanggal 13, 15, 17 Agustus 2026 dan seterusnya.
Wilayah yang masuk dalam kelompok pertama yakni Bukit Cemara Indah, Bukit Cemara Sari, Bukit Palm Merah, Bukit Palm Hijau, Bukit Flourite, dan Bukit Tanjung.
Sementara kelompok kedua mendapatkan aliran air pada tanggal 14, 16, 18 Agustus 2026 dan seterusnya. Wilayah yang masuk kelompok ini meliputi Bukit Kelapa Sawit, Bukit Kelapa Gading, Bukit Kelapa Hijau, Bukit Kelapa Kopyor, Bukit Palm Raya, Bukit Palm Raja, dan Bukit Palm Kipas.
Perumda Air Minum Tirta Moedal mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi kondisi tersebut dengan menampung air secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga. Penggunaan air juga diminta dilakukan secara bijak selama sistem penggiliran berlangsung.
Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah penyesuaian distribusi di tengah kondisi air baku yang mengalami fluktuasi. Petugas Perumda Tirta Moedal terus melakukan upaya untuk menjaga proses pengolahan sekaligus distribusi air kepada pelanggan.
Perumda Tirta Moedal juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama pemberlakuan sistem tersebut.
Berikut jadwal penggiliran aliran air di Bukit Kencana Jaya:
Jadwal 1 – 13, 15, 17 Agustus 2026 dan seterusnya
- Bukit Cemara Indah
- Bukit Cemara Sari
- Bukit Palm Merah
- Bukit Palm Hijau
- Bukit Flourite
- Bukit Tanjung
Jadwal 2 – 14, 16, 18 Agustus 2026 dan seterusnya
- Bukit Kelapa Sawit
- Bukit Kelapa Gading
- Bukit Kelapa Hijau
- Bukit Kelapa Kopyor
- Bukit Palm Raya
- Bukit Palm Raja
- Bukit Palm Kipas
Pelanggan di wilayah tersebut diharapkan memperhatikan jadwal penggiliran dan menyiapkan kebutuhan air rumah tangga agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan selama kondisi distribusi belum kembali normal.(rd)









