JATENGEKSPOS.COM – Produksi padi Jawa Tengah hingga Agustus 2026 telah mencapai 6,69 juta ton. Angka tersebut menjadi modal optimisme Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengejar target produksi sebesar 10,5 juta ton hingga akhir tahun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meyakini target tersebut masih realistis dicapai. Pasalnya, panen raya masih berlangsung di sejumlah kabupaten, sementara beberapa wilayah memiliki potensi hingga tiga kali musim tanam dan panen.
“Januari-Agustus ini sudah 6,69 juta ton. Hari ini kita panen padi di Pemalang, di kabupaten lain juga melakukan panen. Apabila ini bisa dipertahankan maka akan bisa terpenuhi,” ujar Luthfi saat panen raya di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Pemalang, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan capaian tersebut, masih diperlukan sekitar 3,81 juta ton untuk mencapai target 10,5 juta ton. Pemerintah pun terus memperkuat produksi melalui bantuan alat dan mesin pertanian, benih, pompa air, serta combine harvester.
Pemalang menjadi salah satu daerah penyangga utama produksi padi di Jawa Tengah. Di wilayah Pantura, sejumlah lahan bahkan mampu menghasilkan dua kali panen dengan pola tanam berbeda, sedangkan sebagian wilayah lainnya berpotensi melakukan tiga kali musim tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas. Karena itu, sawah tadah hujan didukung dengan pompa dan perpipaan, sedangkan lahan irigasi dioptimalkan melalui jaringan tersier.
Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong modernisasi pertanian. Program Pilar Jateng digunakan untuk memetakan kondisi lahan, irigasi, infrastruktur, serta kebutuhan alat mesin pertanian agar bantuan dapat diberikan secara lebih tepat.
Bantuan combine harvester juga dirasakan Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalbati, Petarukan. Sebelumnya, petani harus menunggu mesin dari wilayah lain sehingga proses panen terlambat dan berpotensi memengaruhi harga gabah.
Dengan panen yang masih berlangsung dan dukungan sarana pertanian tersebut, Pemprov Jateng optimistis produksi padi terus bertambah dan target 10,5 juta ton dapat dikejar hingga penghujung 2026.(rd)








