Ahmad Luthfi Dengar Langsung Keluhan Driver Ojol di Depan Kantor Gubernur Jateng

Ahmad Luthfi Dengar Langsung Keluhan Driver Ojol di Depan Kantor Gubernur Jateng
Ahmad Luthfi Dengar Langsung Keluhan Driver Ojol di Depan Kantor Gubernur Jateng
A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung memantau aksi unjuk rasa para pengemudi ojek online (ojol) yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).

Di tengah pemantauan aksi tersebut, Ahmad Luthfi sempat berbincang dengan seorang driver ojol bernama Ratna Yuniarti yang datang sambil menggandeng anaknya yang masih berusia 2 tahun 7 bulan.

Percakapan hangat terjadi ketika gubernur menanyakan kehidupan sehari-hari Ratna, termasuk tempat tinggal dan lama dirinya bekerja sebagai pengemudi ojol.

“Sekarang ngekos di daerah Lamper. Sudah lama jadi driver ojol, sejak tahun 2017 sampai sekarang. Suami saya sekarang jadi TKI di Malaysia,” ujar Ratna.

Ibu tiga anak itu menceritakan bahwa dirinya setiap hari bekerja mulai pukul 05.30 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Selama bekerja, ia harus membawa anak bungsunya ikut berkeliling di jalan karena tidak memiliki biaya untuk membayar pengasuh.

Dua anak Ratna lainnya saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar, masing-masing kelas 1 dan kelas 3 SD.

Karena itu, ia mendukung apabila Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan fasilitas day care khusus bagi driver ojol agar para orang tua tetap bisa bekerja dengan tenang.

“Saya ngojek online sambil momong anak dari pagi sampai sore. Kalau mau ambil orang buat momong nggak sanggup bayarnya,” imbuhnya.

Ratna juga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para driver ojol, mulai dari tarif perjalanan yang dinilai terlalu rendah hingga besarnya potongan dari aplikasi.

Ia mengaku dalam sehari rata-rata mendapatkan sekitar 10 orderan dengan total pendapatan Rp70 ribu hingga Rp80 ribu. Namun setelah dipotong biaya aplikasi, penghasilan bersih yang diterima hanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu.

Sementara itu, sehari sebelum aksi demonstrasi berlangsung, perwakilan driver ojol telah lebih dulu bertemu dengan Ahmad Luthfi untuk menyampaikan berbagai aspirasi.

Beberapa isu yang dibahas antara lain terkait regulasi ojek online, sistem tarif, hingga perlindungan bagi pengemudi.

“Sudah saya sampaikan akan kita kawal,” kata Ahmad Luthfi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mengirim surat kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia terkait berbagai persoalan yang dihadapi driver ojol.

Bahkan, Ahmad Luthfi berencana mengajak perwakilan pengemudi ojol untuk bertemu langsung dengan Menteri Perhubungan di Jakarta guna mencari solusi bersama.

“Kita sudah wadahi dan akan kawal terus. Persoalan ini tidak hanya di Jawa Tengah, tapi semua provinsi juga sama. Kita akan telusuri sumbatannya ada di mana,” jelasnya. (*)

Terkait Tag

Terkait Katagori