Ahmad Rizqinal Mubarok Ramaikan Bursa Ketua PDB Jateng, Inilah Program Prioritasnya

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM, – Ormas Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Jawa Tengah akan menggelar musyawarah organisasi. Pemilihan ketua baru menjadi agenda penting yang akan menentukan masa depan organisasi.

Ahmad Rizqinal Mubarok, salah satu figur muda menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa calon Ketua Umum. Keputusan pemuda yang akrab disapa Arok ini dinilai menjadi warna baru dalam dinamika organisasi.

Kehadirannya membawa semangat pembaruan yang berorientasi pada penguatan peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi di Jawa Tengah.

Dalam keterangannya kepada sejumlah kader dan simpatisan, Arok menegaskan bahwa Perisai Demokrasi Bangsa harus mampu menjadi wadah strategis bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi.

Menurutnya, sudah saatnya generasi muda tidak lagi ditempatkan hanya sebagai objek politik, melainkan menjadi subjek utama dalam setiap proses pembangunan demokrasi.

Ia menilai bahwa selama ini masih banyak anak muda yang hanya menjadi penonton dalam berbagai momentum politik. Padahal, pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan, pengawas kebijakan publik, sekaligus agen edukasi politik di tengah masyarakat.

“Pemuda tidak boleh hanya menjadi komoditas politik yang hadir saat momentum pemilu. Mereka harus menjadi episentrum gerakan perubahan, menjadi kekuatan utama yang mengawal demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, keadilan, dan kepentingan rakyat,” ujar Arok.

Program Prioritas

Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Arok telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fondasi kepemimpinannya apabila dipercaya memimpin PDB Jawa Tengah. Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas kader muda serta perluasan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.

Pilar pertama yang diusung adalah pengawasan partisipatif aktif. Melalui program ini, generasi muda akan didorong untuk terlibat langsung dalam mengawasi jalannya pemerintahan, penggunaan anggaran publik, serta berbagai kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas.

Pilar kedua adalah penguatan literasi politik. Menurut Arok, rendahnya pemahaman politik sering kali menjadi penyebab munculnya sikap apatis di kalangan generasi muda.

Oleh karena itu, PDB Jawa Tengah harus hadir sebagai pusat edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara itu, pilar ketiga adalah membangun ruang kolaborasi yang inklusif di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Melalui konsep ini, PDB diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan daerah.

“Kita ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya melek politik secara teori, tetapi juga kritis, berdaya, dan aktif melakukan pengawasan di lapangan. PDB Jawa Tengah ke depan harus menjadi motor penggerak literasi politik sekaligus ruang pengabdian bagi anak-anak muda,” tegasnya.

Gagasan dan visi yang disampaikan Arok mendapatkan sambutan positif dari sejumlah kader dan pengurus daerah. Banyak pihak menilai bahwa pendekatan yang mengedepankan partisipasi pemuda sangat relevan dengan tantangan demokrasi saat ini yang membutuhkan keterlibatan generasi muda secara lebih luas dan berkualitas.

Dukungan juga mulai mengalir dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sejumlah kader menilai sosok Ahmad Rizqinal Mubarok memiliki kapasitas untuk membawa organisasi menjadi lebih progresif, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan muda.

Dengan semakin menguatnya dukungan tersebut, kontestasi kepemimpinan PDB Jawa Tengah diperkirakan akan berlangsung dinamis. (rd)