Donasi Korban Gempa NTT Dibuka di Semarang, Terkumpul Rp91 Juta dalam Hitungan Jam

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meluncurkan gerakan Kota Semarang Peduli untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gerakan penggalangan dana tersebut diluncurkan di Halaman Balai Kota Semarang, Selasa (18/8/2026) malam. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal penggalangan. Donasi yang masuk melalui QRIS Kota Semarang Peduli bahkan langsung mencapai sekitar Rp91 juta.

Agustina mengapresiasi masyarakat yang ikut berdonasi. Ia menyebut kepedulian datang dari berbagai kalangan, termasuk para pengemudi ojek daring yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu korban gempa NTT.

“Untuk membantu sesama yang sedang kesusahan tidak perlu menunggu punya banyak uang. Berapa pun diterima, tidak ada minimal. Ini adalah bentuk rasa cinta kita kepada tanah air, bangsa, dan negara,” ujar Agustina.

Melalui gerakan Kota Semarang Peduli, Pemerintah Kota Semarang membuka penggalangan dana secara terbuka selama tujuh hari.

Penggalangan dimulai Selasa (18/8) dan berlangsung hingga Senin (24/8/2026) pukul 23.59 WIB.

Agustina mengajak jajaran Pemkot Semarang serta seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Kita sebagai warga Kota Semarang menginisiasi adanya donasi terbuka bagi warga Kota Semarang yang belum sempat menyampaikan dukungan dan sumbangannya,” katanya.

Seluruh donasi melalui QRIS Kota Semarang Peduli. Rekening khusus tersebut hanya digunakan untuk mengumpulkan bantuan bagi korban gempa NTT.

Setelah masa penggalangan berakhir, rekening donasi akan ditutup. Seluruh dana yang terkumpul kemudian Bank Jateng menyalurkan ke rekening resmi penanggulangan bencana di NTT.

“Rekening ini dibuka khusus untuk bantuan bencana di NTT dan hanya berlaku sampai tanggal 24. Kami sudah meminta Bank Jateng langsung mentransfer seluruh dana terkumpul ke rekening resmi bencana NTT. Setelah itu rekening donasi ini resmi ditutup,” jelas Agustina.

Gerakan Kota Semarang Peduli sebagai bentuk solidaritas warga Semarang terhadap masyarakat NTT yang terdampak gempa bumi.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores dan wilayah sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (18/8), gempa tersebut menyebabkan 70 orang meninggal dunia, 1.182 orang luka-luka, dan 40.040 warga mengungsi.

Agustina menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan masyarakat yang terdampak. Ia berharap bantuan dari warga Semarang dapat meringankan beban para korban.

“Semoga apa yang kita lakukan bersama ini dapat membantu saudara-saudara kita di NTT. Ini juga menjadi bentuk bahwa di tengah momentum kemerdekaan, rasa persatuan dan kepedulian kita tetap kuat,” ungkapnya.

Peluncuran Kota Semarang Peduli menjadi bagian dari rangkaian puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Semarang.

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah antusiasme ribuan warga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang.

Penyanyi Judika turut tampil menghibur masyarakat dalam acara tersebut. Kehadiran Judika merupakan bagian dari agenda yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya.

Pemkot Semarang memastikan agenda hiburan tersebut tetap berlangsung bersamaan dengan aksi solidaritas untuk korban gempa NTT.

Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan membantu warga yang sedang menghadapi bencana. (rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori