Karding Ajak Mahasiswa Undip Tak Sekadar Kejar Ijazah, Tapi Beri Dampak Nyata untuk Masyarakat

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Ketua Umum IKA Undip sekaligus Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, mengajak mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) untuk tidak menjadikan pendidikan tinggi sekadar jalan mendapatkan ijazah.

Menurut Karding, mahasiswa harus mampu membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh di kampus untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya saat mengisi kuliah umum dalam acara Penerimaan Kembali dan Gelar Karya Mahasiswa KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2025/2026 di Muladi Dome, Semarang, Jumat (21/8/2026).

Acara tersebut dihadiri ribuan mahasiswa dan sivitas akademika Undip. Karding juga membagikan pengalaman pribadinya ketika menjalani KKN selama tiga bulan di Desa Candi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Karding Kenang Pengalaman KKN di Blora

Dalam kesempatan tersebut, Karding mengenang masa ketika dirinya harus tinggal di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan fasilitas, termasuk belum tersedianya listrik.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat desa, termasuk melihat solidaritas warga yang tetap berbagi meski hidup dalam keterbatasan, menjadi pengalaman yang membentuk cara pandangnya.

Karding juga mengenang tragedi runtuhnya atap sebuah sekolah dasar yang menyebabkan mahasiswa menjadi korban. Berbagai pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga kemudian aktif sebagai seorang aktivis.

“Desa-desa itu adalah kampus praktik kita. Di sana kita belajar mendengar masyarakat, memimpin, dan menyatukan perbedaan dalam kehidupan nyata,” ungkap Karding.

Menurutnya, pengalaman selama KKN seharusnya tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Persoalan yang ditemukan di lapangan dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi melalui ilmu dan keahlian yang dimiliki.

Mahasiswa Diminta Tak Hanya Kejar Ijazah

Karding menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak cukup diukur dari nilai akademik, ijazah, sertifikat, maupun kelengkapan administrasi.

Ia mendorong mahasiswa Undip untuk memiliki orientasi yang lebih luas, yakni menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Mahasiswa, kata Karding, tidak perlu menunggu menjadi pejabat, direktur, atau menduduki jabatan tertentu untuk mulai memberikan kontribusi.

Hal-hal sederhana seperti mengajar, mendampingi pelaku UMKM, membantu membuka akses permodalan, maupun memberikan edukasi kepada masyarakat dapat menjadi bentuk kontribusi yang berarti.

Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke masyarakat justru menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami persoalan sosial yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.

Integritas dan Empati Tak Bisa Digantikan Teknologi

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, Karding menilai kemampuan analisis mahasiswa semakin mudah didukung oleh berbagai aplikasi dan sumber informasi di internet.

Namun, ada nilai-nilai yang tidak dapat begitu saja digantikan oleh teknologi, yakni integritas, empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

Nilai tersebut, menurut Karding, harus dibangun melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Karena itu, KKN Undip dinilai bukan hanya sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan mahasiswa untuk belajar memahami kehidupan masyarakat secara nyata.

9.300 Mahasiswa KKN Jadi Energi Baru

Karding juga menyoroti jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan program KKN Undip. Sebanyak 9.300 mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai desa.

Menurutnya, ribuan mahasiswa tersebut merupakan potensi besar yang dapat menjadi energi baru bagi pembangunan daerah.

Ia berharap pengalaman KKN tidak berakhir setelah mahasiswa kembali ke kampus. Berbagai persoalan yang ditemukan selama berada di desa dapat dikembangkan menjadi penelitian, skripsi, maupun karya ilmiah.

Dengan begitu, solusi yang dirancang mahasiswa tidak berhenti sebagai program KKN, tetapi dapat dilanjutkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Temuan KKN Bisa Dilanjutkan Jadi Skripsi

Di akhir kuliah umumnya, Karding mendorong mahasiswa untuk kembali melihat berbagai persoalan yang ditemukan selama KKN.

Menurutnya, masalah yang ditemui di desa dapat menjadi bahan untuk menyusun skripsi atau penelitian lanjutan. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat.

Karding berharap mahasiswa Undip mampu membawa semangat pengabdian tersebut setelah menyelesaikan pendidikan.

Pesannya sederhana, mahasiswa tidak cukup hanya menyelesaikan studi dan memperoleh ijazah. Mereka harus mampu menggunakan ilmu, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.(rd)