JATENGEKSPOS.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi meluncurkan inovasi program pengelolaan sampah berbasis rumah tangga bernama GASPOL SONIK (Gerakan Satu Rumah Satu Biopori) dalam acara Gebyar Pesona Pudakpayung di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Minggu (26/7/2026) lalu.
Program tersebut difungsikan untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos sekaligus meresapkan air ke dalam tanah guna mencegah genangan banjir. Lewat gerakan ini, Pemkot Semarang melarang warga membakar sampah dan mendorong pengelolaan mandiri dari lingkungan terkecil.
“Kita meluncurkan inovasi program GASPOL SONIK, gerakan satu rumah satu biopori untuk pengelolaan sampah organik. Sekarang sampah itu enggak boleh dibakar. Jadi sampah yang khusus organik itu harus dibuatkan lubang ya untuk supaya nanti jadi kompos,” kata Agustina dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Selain penanganan lingkungan, Agustina menargetkan Kelurahan Pudakpayung menjadi pusat percontohan budidaya tanaman hortikultura seperti cabai, terong, dan tomat. Untuk memastikan keberhasilannya, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian akan dikirim untuk melatih warga agar hasil tanam terjamin hingga masa panen.
“Harapannya Pudakpayung menjadi pusat percontohan untuk tanam cabai bagi warga. Kalau saya beri benih cabai, ditanam tapi harus sampai berbuah. Setelah itu hasilnya saya beli untuk Kempling Semar. Hasilnya nanti masuk ke kas RT,” kata dia.
Secara teknis, penerapan biopori di Pudakpayung saat ini telah mencapai 90 titik swadaya warga dan 65 titik bantuan Dinas Lingkungan Hidup. Pemkot Semarang menargetkan pemasangan minimal 5 titik biopori per RT melalui pemanfaatan Bantuan Operasional RT hingga mencapai total akumulatif 750 titik pada 2027.
Rangkaian kegiatan Gebyar Pesona Pudakpayung bertema “PAYUNG MASSE” (Pudakpayung Maju, Aman, Sehat, Sejahtera) ini ditutup dengan senam bersama, bazaar UMKM RW I–XVI, pameran ecoprint, pelatihan Bank Sampah, hingga pertunjukkan seni lokal. Di samping itu, Agustina turut meninjau destinasi wisata alam lokal Kedung Boto yang menjadi lokasi keempat yang dibuka untuk memperkuat potensi pariwisata alam daerah.
“Ini kedung keempat yang kita buka. Ini akan jadi destinasi tambahan untuk Kota Semarang. Potensi wisata alam yang luar biasa, ternyata ada hidden gem,” pungkasnya.








