Recurring Revenue Pakuwon Jati Tumbuh 8%, Pendapatan PWON Tembus Rp5,21 Triliun

Recurring Revenue Pakuwon Jati Tumbuh 8%, Pendapatan PWON Tembus Rp5,21 Triliun.
Recurring Revenue Pakuwon Jati Tumbuh 8%, Pendapatan PWON Tembus Rp5,21 Triliun.
A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM– PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memperkuat kinerja bisnis properti melalui pertumbuhan pendapatan berulang atau recurring revenue sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir September, pendapatan berulang perseroan mencapai Rp4,44 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menopang pendapatan bersih PWON yang tercatat sebesar Rp5,21 triliun, naik 2 persen dari Rp5,12 triliun pada Januari-September 2025.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PWON, Minarto Basuki, mengatakan peningkatan kinerja tersebut mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan, terutama dari operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya.

“Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi perseroan yaitu dari kegiatan operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya,” kata Minarto dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Kontribusi recurring revenue terhadap total pendapatan juga meningkat menjadi 85 persen, dibandingkan 80 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan semakin besarnya peran pendapatan operasional berulang dalam menopang bisnis PWON.

Bisnis Mal dan Hotel Jadi Motor Pertumbuhan

Dari sejumlah segmen pendapatan berulang, pusat perbelanjaan menjadi kontributor terbesar. Pendapatan retail mal mencapai Rp3,12 triliun, tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,92 triliun.

Segmen perhotelan atau hospitality juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 17 persen menjadi Rp1,13 triliun dari sebelumnya Rp966 miliar.

Berbeda dengan kedua segmen tersebut, pendapatan penyewaan perkantoran (office leasing) turun 11 persen menjadi Rp187 miliar dari Rp211 miliar.

Berdasarkan komposisi pendapatan per segmen, retail leasing memberikan kontribusi 60 persen. Selanjutnya, hotel dan serviced apartment sebesar 22 persen, penjualan kondominium 9 persen, rumah tapak 5 persen, penyewaan perkantoran 4 persen, serta penjualan perkantoran 1 persen.

EBITDA Naik 4 Persen, Laba Bersih Tercatat Rp1,78 Triliun

Dari sisi profitabilitas, PWON membukukan laba bruto sebesar Rp2,96 triliun, meningkat 4 persen dibandingkan Rp2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

EBITDA perseroan juga tumbuh 4 persen menjadi Rp2,86 triliun dari Rp2,74 triliun.

“Peningkatan EBITDA ini mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan komposisi pendapatan,” tuturnya.

Sementara itu, laba bersih PWON selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp1,78 triliun. Angka tersebut turun dibandingkan Rp2,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, perseroan mencatatkan laba bersih disesuaikan (adjusted net income) sebesar Rp2,13 triliun setelah mengecualikan dampak selisih kurs mata uang asing dan perubahan nilai investasi. Nilai tersebut meningkat 5 persen dibandingkan Rp2,03 triliun pada Januari-September 2025.

Marketing Sales Turun, Belanja Modal Rp780 Miliar

Di sisi penjualan, PWON mencatatkan marketing sales sebesar Rp811 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Realisasi tersebut turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp903 miliar.

Perseroan menyebut sekitar 49 persen dari total marketing sales berasal dari program insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang telah berlaku sejak akhir 2023.

Berdasarkan komposisinya, penjualan kondominium dan perkantoran menyumbang 69 persen, sedangkan penjualan rumah tapak berkontribusi 31 persen.

Untuk mendukung pengembangan bisnis, PWON telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp780 miliar hingga September 2026.

Dana tersebut terutama digunakan untuk membiayai pembangunan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5, Superblock Pakuwon Mall Bekasi, serta Kota Kasablanka tahap 4.

Melalui pengembangan portofolio pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan hunian, perseroan berupaya memperkuat pertumbuhan pendapatan berulang sekaligus menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.(rd)