JATENGEKSPOS.COM – BLUD Trans Semarang memperketat pengawasan kondisi armada untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan transportasi publik.
Bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Trans Semarang melakukan ram check atau pemeriksaan kelaikan jalan terhadap armada Koridor I rute Mangkang-Penggaron.
Pemeriksaan berlangsung di pool Koridor I Terminal Mangkang pada Rabu (5/8/2026) malam, setelah seluruh layanan operasional selesai.
Sebanyak 11 armada diperiksa dalam kegiatan tersebut. Sementara satu bus tidak menjalani pemeriksaan karena sedang dalam proses perbaikan.
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan armada yang digunakan masyarakat benar-benar memenuhi standar keselamatan.
“Kita ingin tingkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna Trans Semarang, termasuk pengguna jalan,” kata Haris.
Ram check dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek administrasi hingga kondisi teknis kendaraan.
Pemeriksaan administrasi mencakup kelengkapan dokumen kendaraan. Sedangkan dari sisi teknis, petugas memeriksa sejumlah komponen penting seperti sistem pengereman, tekanan angin ban, lampu, dan komponen kendaraan lainnya.
Perangkat keselamatan di dalam bus juga tidak luput dari pemeriksaan.
“Unsur penunjang keselamatan lain seperti APAR, alat pecah kaca, sabuk keselamatan dan lainnya,” ujar Haris Setyo Yunanto.
Dari hasil pemeriksaan, terdapat armada yang membutuhkan perbaikan. Trans Semarang kemudian meminta pihak ketiga yang mengoperasikan armada tersebut segera melakukan perbaikan.
Haris menegaskan, bus yang belum memenuhi standar tidak diperbolehkan kembali melayani penumpang sebelum perbaikannya dinyatakan selesai.
“Seusai SOP kita meminta pihak ketiga melakukan perbaikan. Armada yang tidak layak atau perlu perbaikan harus diperbaiki dulu sebelum melakukan layanan,” tegasnya.
Pihaknya sengaja melakukan ram check pada malam hari setelah operasional berakhir.
Menurut Haris, waktu pemeriksaan tersebut dipilih agar proses pengecekan kendaraan tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan.
Pemeriksaan kelaikan kendaraan juga akan dilakukan secara berkala.
“Ram check akan kita lakukan rutin dan menyasar seluruh koridor Trans Semarang guna memastikan standar keselamatan yang merata di semua lini operasional,” katanya.
Dengan pemeriksaan rutin, kondisi armada diharapkan dapat dipantau secara berkala sehingga potensi gangguan teknis dapat diketahui sebelum kendaraan digunakan untuk melayani masyarakat.
Di sisi lain, Trans Semarang juga terus melakukan pembaruan armada.
Dari total sekitar 132 armada, sebanyak 75 unit di antaranya merupakan kendaraan baru. Pengadaan dilakukan secara bertahap untuk menggantikan kendaraan yang sudah mengalami kerusakan maupun berusia tua.
Koridor I menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian karena merupakan koridor pertama Trans Semarang dan sebagian armadanya telah berumur.
Sebagai solusi, Trans Semarang akan mulai mendatangkan bus listrik untuk menggantikan sebagian armada lama di koridor tersebut.
Haris mengatakan sebanyak 25 bus listrik akan disiapkan untuk Koridor I Mangkang-Penggaron.
Pengadaan armada listrik tersebut dilakukan secara bertahap mulai September hingga Oktober 2026.
“Nanti ada 25 armada bus listrik. Pengadaan dilakukan bertahap September sampai Oktober ini menggantikan bus Koridor I yang sudah tua,” pungkas Haris.
Kehadiran bus listrik di Koridor I diharapkan menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi publik Kota Semarang. Selain memperbarui armada yang sudah berusia, penggunaan bus listrik juga dapat mendukung sistem transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.
Dengan kombinasi ram check rutin dan pembaruan armada, Trans Semarang menargetkan kualitas layanan transportasi publik semakin aman, nyaman, dan dapat diandalkan masyarakat. (rd)









