JATENGEKSPOS.COM – PT Pos Indonesia (Persero) membantah kabar yang menyebut puluhan ribu karyawan dan pensiunan mengalami keterlambatan pembayaran gaji. Perusahaan memastikan seluruh hak pegawai telah dibayarkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menegaskan informasi mengenai keterlambatan pembayaran gaji kepada sekitar 32 ribu karyawan dan pensiunan tidak benar.
“Informasi itu tidak benar. Alhamdulillah pembayaran gaji pada 1 Juli kemarin berjalan lancar,” ujar Iwan, Kamis (2/7/2026).
Ia juga membantah anggapan yang mengaitkan pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, dengan isu keterlambatan pembayaran gaji.
Menurut Iwan, keputusan Daud Joseph mengundurkan diri sepenuhnya didasarkan pada alasan pribadi dan tidak memiliki hubungan dengan kondisi keuangan maupun operasional perusahaan.
“Pengunduran diri beliau murni karena alasan pribadi, bukan karena isu pembayaran gaji,” tegasnya.
Sebelumnya, Daud Joseph resmi mengajukan pengunduran diri sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia pada Kamis (2/7/2026).
Perseroan memastikan proses pergantian kepemimpinan akan berlangsung sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang berlaku. Selama masa transisi tersebut, seluruh aktivitas operasional dipastikan tetap berjalan normal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan.
Sebagai bagian dari Danantara, PT Pos Indonesia menyatakan tetap berkomitmen menjalankan berbagai program strategis perusahaan serta memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Perusahaan juga menegaskan bahwa agenda transformasi bisnis yang tengah dijalankan tetap berlangsung sesuai rencana.
“Seluruh operasional perusahaan berjalan dengan baik dan program transformasi tetap dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan,” tutup Iwan.(rd)











