PDAM Tirta Moedal Turut Ramaikan Karnaval APEKSI 2026, Kota Semarang Raih Penghargaan Performa Terbaik

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Perumda Tirta Moedal (PDAM) Kota Semarang turut berpatisipasi pada Karnaval Nusantara dalam rangka Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Ady Setiawan mengatakan pihaknya mengirimkan tujuh pegawai yang berpartisi dalam rangkaian tersebut. Ia meyakini dalam Karnaval Nusantara ini, dengan berbekal air minum dapat menumbuhkan kekuatan budaya dan juga harmonisasi heritage sesuai dengan tema yang dibawa yakni The Sparkling of Local Heroes and Culture.

Kepala Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang , Charisma Mayang Sari menambahkan PDAM membawa tujuh pegawai talent untuk ikut memeriahkan karnval Nusantara ini.

“Saya juga yakin dari air minum itu dapat memberikan kekuatan budaya dan harmonisasi heritage,” katanya dalam keterangan pers pada Sabtu (4/7/2026).

Sementara itu, Kontingen Kota Semarang sukses menyabet penghargaan sebagai salah satu dari lima kota dengan performa terbaik yang secara resmi di umumkan dalam acara Penutupan Indonesia City Expo yang berlangsung di Ballroom Lantai 1 Hotel Santika Premiere Dyandra, Medan, Jumat (3/7/2026).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi kerja keras seluruh delegasi yang dinilai mampu menampilkan kekayaan budaya Kota Semarang secara maksimal di hadapan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa potensi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat Semarang mendapat pengakuan di tingkat nasional.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim yang berhasil menampilkan identitas budaya Kota Semarang secara kreatif, atraktif, dan penuh semangat,” ujar Agustina.

Pada karnaval yang digelar Kamis (2/7), kontingen Kota Semarang mengusung tema “The Sparkling of Local Heroes and Culture”. Penampilan tersebut memadukan berbagai ikon budaya khas Semarang yang dikemas dalam konsep modern layaknya Semarang Night Carnival.

Sejumlah ikon budaya seperti Warak Ngendog, Barongsai, kostum burung merak, hingga tokoh pewayangan Anoman tampil memeriahkan pawai yang melintasi Jalan Pemuda, Jalan Ahmad Yani kawasan Kesawan, hingga berakhir di Lapangan Merdeka, Medan.

Atraksi visual yang dipadukan dengan kostum artistik berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya karnaval.

Agustina menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pelaku seni dan industri kreatif Kota Semarang mampu menghadirkan pertunjukan budaya yang kompetitif di tingkat nasional.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi budaya lokal sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kota Medan selaku tuan rumah menetapkan lima kota dengan penampilan terbaik berdasarkan aspek kreativitas, kesesuaian tema, dan ketertiban peserta selama karnaval berlangsung.

Selain Kota Semarang, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kota Tangerang, Kota Jambi, Kota Bandung, dan Kota Malang.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan budaya sekaligus menghadirkan inovasi agar potensi Kota Semarang semakin dikenal di tingkat nasional,” pungkas Agustina.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori