UNDIP Kerahkan Relawan untuk Penanganan Pascagempa NTT

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM — Universitas Diponegoro (UNDIP) mengerahkan Tim Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim D-DART dilepas Rektor UNDIP Prof. Suharnomo di Hall Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang, Rabu (19/8/2026).

Tim yang berada di bawah Pusat Penanggulangan Bencana LPPM UNDIP itu akan melakukan pemetaan kebutuhan warga serta memberikan bantuan medis, psikososial, obat-obatan, dan logistik.

Pada tahap awal, UNDIP memberangkatkan 5–8 personel dari sejumlah fakultas.
Mereka berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Tim akan berkoordinasi dengan BPBD NTT, pemerintah daerah, organisasi profesi, alumni UNDIP, dan jejaring relawan di lokasi.

Rektor UNDIP Prof. Suharnomo mengatakan pengiriman D-DART merupakan bentuk kepedulian kampus terhadap warga yang terdampak bencana.

“Hari ini kami melepas Tim Darurat Bencana UNDIP untuk membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Ada dokter, tenaga kesehatan, tim psikologi, dan unsur lain yang akan bekerja bersama,” kata Suharnomo.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan dukungan bagi masyarakat selama masa pemulihan.

D-DART akan menjadikan Kupang sebagai titik awal koordinasi. Tim kemudian dijadwalkan bergerak menuju Nagekeo, Maumere, dan Manggarai.

Relawan akan melakukan kaji cepat untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Selain bantuan medis, tim juga menyiapkan layanan psikososial, obat-obatan, dan kebutuhan dasar.

Wakil Rektor IV UNDIP Wijayanto mengatakan pengiriman relawan merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen kampus.

“Kami bergerak cepat merespons musibah ini melalui penggalangan bantuan dan pengiriman tenaga ahli, mulai dari dokter, perawat, hingga tim pendampingan psikososial,” ujarnya.

Menurut Wijayanto, kondisi geografis Flores menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan pola pengiriman bantuan.

UNDIP menyiapkan sekitar 15–20 relawan yang dapat diberangkatkan secara bertahap.

Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat LPPM UNDIP Prof. Achmad Zulfa Juniarto mengatakan tahap awal akan difokuskan pada survei kondisi dan penanganan darurat.

“Pengiriman relawan dilakukan secara bergelombang dengan mempertimbangkan kebutuhan lapangan dan ketersediaan transportasi,” katanya.

UNDIP juga menyiapkan tenda, bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar untuk mendukung kegiatan relawan.

Prof. Zulfa mengatakan penanganan pascagempa membutuhkan koordinasi berkelanjutan.

Luas wilayah terdampak, kemungkinan gempa susulan, serta keterbatasan transportasi menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan.

Karena itu, D-DART akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, organisasi profesi, alumni, dan jejaring perguruan tinggi.

Koordinasi tersebut diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Pengiriman Tim D-DART menjadi bagian dari pengabdian UNDIP kepada masyarakat. Para relawan diharapkan dapat membantu kebutuhan darurat sekaligus mendukung proses pemulihan warga terdampak gempa di NTT. (rd)