Wali Kota Agustina Bawa Semarang Raih Peringkat Kedua Penghargaan Pembangunan Daerah Jateng

Kota Semarang meraih predikat Kota Terbaik II dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Kota Semarang meraih predikat Kota Terbaik II dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Kota Semarang meraih predikat Kota Terbaik II dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan pembangunan daerah yang dinilai mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan diserahkan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Yusmanto, mewakili Gubernur Jawa Tengah, kepada Plt. Kepala Bappeda Kota Semarang, Sugeng Hartanto. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian Jateng Planning Forum 2026 di Magelang, Jumat (30/10/2026).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut capaian tersebut sebagai dorongan untuk terus memperkuat kualitas perencanaan pembangunan agar semakin terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan Kota Semarang. Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas dan mampu menjawab persoalan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara luas,” ujar Agustina.

Indikator Ekonomi dan Kesejahteraan Menunjukkan Tren Positif

Salah satu faktor yang mendukung capaian Kota Semarang dalam PPD Jateng 2026 adalah perkembangan sejumlah indikator makro pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat meningkat dari 5,62 persen menjadi 6,49 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 85,24 menjadi 85,80.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan mengalami penurunan dari 4,03 persen menjadi 3,80 persen. Tingkat pengangguran terbuka turut turun dari 5,82 persen menjadi 5,65 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memastikan program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.

Penguatan perencanaan berbasis data dan hasil juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Semarang. Dengan pendekatan tersebut, setiap program diharapkan memiliki sasaran yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaannya.

DAYCARE Stunting Jadi Inovasi Unggulan

Selain capaian indikator makro, inovasi DAYCARE Stunting turut menjadi salah satu aspek yang mengantarkan Kota Semarang meraih predikat terbaik dalam penghargaan tersebut.

Program ini mengintegrasikan berbagai bentuk intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang anak, layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), hingga kelas pengasuhan bagi orang tua.

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk perangkat daerah, puskesmas, organisasi profesi, akademisi, masyarakat, serta dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Pemantauan program juga didukung platform digital Sayang Anak untuk mendorong transparansi pelaksanaan dan pemantauan intervensi.

Agustina menegaskan, perencanaan berbasis data dan inovasi sosial akan terus menjadi fondasi kebijakan pembangunan Kota Semarang. Pemerintah kota berupaya memastikan program yang dijalankan mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui penguatan perencanaan yang terarah dan inovasi yang berdampak langsung, kami berkomitmen memastikan setiap pencapaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Kota Semarang,” pungkas Agustina.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori