JATENGEKSPOS.COM – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memiliki peluang memperoleh manfaat dana pensiun hingga Rp1 miliar melalui perencanaan keuangan yang dilakukan sejak awal masa pengabdian.
Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan ASN, tidak hanya selama menjalankan tugas sebagai abdi negara, tetapi juga ketika memasuki masa pensiun.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dimanfaatkan ASN adalah berbagai program perlindungan dan perencanaan keuangan yang disediakan PT Taspen Life, sehingga manfaat Tabungan Hari Tua (THT) dapat berkembang lebih optimal melalui investasi yang dilakukan secara konsisten.
“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan,” ujar Zudan dalam kegiatan BKN Menyapa BKD bertema Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar yang digelar secara daring.
Ia menekankan bahwa peluang memperoleh dana pensiun dalam jumlah besar bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui disiplin menabung, berinvestasi, serta memilih program perencanaan pensiun yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.
“Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” katanya.
Selain memberikan kesempatan memperoleh manfaat THT hingga Rp1 miliar, program yang disiapkan Taspen Life juga memberikan perlindungan kepada keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun.
Menurut Zudan, kehadiran berbagai instrumen perencanaan keuangan tersebut menunjukkan semakin luasnya akses ASN terhadap layanan yang dapat mendukung kesejahteraan pada masa purnatugas.
Ia menilai setiap ASN perlu mulai menyusun strategi keuangan jangka panjang sejak awal karier agar memiliki ketahanan finansial ketika memasuki masa pensiun.
“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zudan menegaskan pembangunan kualitas aparatur tidak hanya diukur dari kompetensi dan kinerja selama bekerja, tetapi juga dari kesiapan menghadapi masa pensiun secara mandiri.
Karena itu, menurutnya, kesejahteraan ASN harus dipandang secara menyeluruh, mulai dari awal pengabdian hingga memasuki masa purnatugas, sehingga para aparatur tetap memiliki kualitas hidup yang baik setelah tidak lagi aktif bekerja.(rd)








