Bukan Cuma Usia, 7 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kulit Lebih Cepat Keriput

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Munculnya keriput, garis halus, kulit kendur, dan bercak hitam sering dianggap sebagai tanda bahwa usia mulai bertambah.

Padahal, proses penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi oleh usia dan faktor genetik. Gaya hidup serta kebiasaan sehari-hari juga dapat ikut memengaruhi kondisi kulit.

Kulit merupakan organ tubuh yang setiap hari berhadapan langsung dengan lingkungan. Paparan sinar ultraviolet (UV), stres, kurang tidur, pola makan, hingga kebiasaan merokok dapat memberikan dampak terhadap kesehatan kulit jika berlangsung dalam jangka panjang.

Menurut Dr. Ritika Shanmugam, Pendiri sekaligus Kepala Dermatolog dan Direktur Skin Hair Aesthetics, tanda-tanda penuaan kulit antara lain garis halus dan kerutan, kulit kering dan kendur, bercak penuaan, pigmentasi yang tidak merata, wajah tampak cekung, serta garis senyum yang semakin tegas.

Perubahan terkait usia juga dapat terlihat pada rambut, seperti penipisan di area dahi dan pelipis serta munculnya uban.

Dikutip dari Times of India, Kamis (20/8/2026), berikut tujuh kebiasaan yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga kesehatan kulit.

1. Membiarkan Stres Berlangsung Lama

Stres sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan tubuh, termasuk kulit.

Stres kronis berkaitan dengan peningkatan kortisol dan stres oksidatif. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap kerusakan kolagen, yaitu protein yang berperan dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit.

Mengelola stres menjadi salah satu bagian dari gaya hidup sehat. Olahraga, tidur cukup, melakukan aktivitas yang disukai, dan mendapatkan dukungan sosial dapat membantu mengelola stres.

2. Merokok dan Berlebihan Mengonsumsi Alkohol

Merokok dapat memengaruhi aliran darah menuju kulit sehingga pasokan oksigen dan nutrisi dapat terganggu.

Kebiasaan ini juga berkaitan dengan kerusakan kolagen dan elastin yang membantu menjaga kekuatan serta elastisitas kulit.

Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat berkontribusi terhadap dehidrasi dan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol menjadi pilihan yang lebih baik untuk kesehatan kulit maupun tubuh.

3. Menganggap Tabir Surya Tidak Penting

Paparan sinar UV merupakan salah satu faktor lingkungan yang berperan besar dalam penuaan kulit.

Paparan UV secara berulang dapat memicu proses oksidatif dan merusak struktur kulit. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap kerutan, garis halus, perubahan pigmentasi, serta tekstur kulit yang tidak merata.

Karena itu, penggunaan tabir surya berspektrum luas sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perlindungan kulit.

Perlindungan tambahan seperti topi, pakaian tertutup, dan mengurangi paparan matahari langsung juga dapat dilakukan.

4. Pola Makan Tidak Seimbang

Kesehatan kulit juga berkaitan dengan apa yang dikonsumsi setiap hari.

Pola makan yang terlalu banyak mengandung gula atau makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memengaruhi proses dalam tubuh yang berkaitan dengan struktur kulit.

Sebaliknya, makanan yang beragam dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.

Perbanyak buah, sayuran, sumber protein, dan makanan bergizi lainnya agar tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan secara keseluruhan.

5. Tidak Memenuhi Kebutuhan Cairan

Kekurangan cairan dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dan kulit terasa lebih kering.

Seiring bertambahnya usia, produksi minyak alami kulit juga dapat mengalami perubahan sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan.

Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Aktivitas fisik, cuaca, usia, pola makan, dan kondisi tubuh dapat memengaruhinya.

Karena itu, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan jangan menunggu hingga tubuh mengalami tanda-tanda dehidrasi.

6. Terlalu Sering Kurang Tidur

Tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh.

Kebiasaan kurang tidur secara terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan membuat seseorang terlihat lebih lelah. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi proses pemulihan kulit.

Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur dan mendapatkan istirahat berkualitas.

7. Jarang Melakukan Aktivitas Fisik

Jarang bergerak juga bukan kebiasaan yang baik bagi kesehatan.

Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga sirkulasi darah, kebugaran, kesehatan metabolisme, serta membantu mengelola stres.

Tidak perlu langsung melakukan olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik ringan lainnya dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan.

Penuaan Tidak Bisa Dihentikan, tetapi Bisa Dijaga

Penuaan merupakan proses alami yang akan dialami setiap orang. Tidak ada kebiasaan yang bisa menghentikan keriput sepenuhnya.

Namun, menjaga gaya hidup tetap sehat dapat membantu mempertahankan kondisi kulit dan kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.

Mulailah dari hal sederhana: lindungi kulit dari sinar UV, hindari rokok, kelola stres, konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, penuhi kebutuhan cairan, dan rutin beraktivitas fisik.

Dengan konsistensi, kebiasaan tersebut dapat membantu kulit tetap sehat sekaligus mendukung kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (rd)