Sering Tambah Nasi hingga Sosis ke Mi Instan? Ini 6 Kombinasi yang Perlu Dibatasi

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Mi instan menjadi makanan andalan banyak orang ketika ingin menyantap hidangan yang praktis dan cepat dibuat. Rasanya yang gurih juga membuat makanan ini mudah dipadukan dengan berbagai bahan lain.

Nasi, telur, kerupuk, keju, kornet, sosis hingga bakso menjadi beberapa tambahan yang sering digunakan untuk membuat mi instan semakin nikmat.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Mi instan umumnya sudah mengandung karbohidrat dan natrium dalam jumlah cukup tinggi. Ketika ditambahkan bahan makanan lain yang juga tinggi kalori, lemak, atau natrium, kandungan energi dan zat gizi tertentu dalam satu porsi bisa menjadi berlebihan.

Karena itu, beberapa kombinasi sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi.

Berikut enam di antaranya:

1. Mi Instan dan Nasi

Bagi sebagian orang, mi instan terasa kurang lengkap tanpa nasi. Kombinasi ini memang mengenyangkan, tetapi keduanya sama-sama menyumbang karbohidrat.

Jika porsinya berlebihan, asupan energi dalam satu kali makan dapat menjadi tinggi. Apalagi jika tidak disertai sayuran dan sumber protein yang cukup.

Konsumsi seperti ini sesekali tentu berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan hampir setiap hari. Untuk pola makan yang lebih seimbang, sebaiknya pilih salah satu sumber karbohidrat dan lengkapi dengan protein serta sayuran.

2. Mi Instan dan Telur Setengah Matang

Telur sering menjadi pilihan utama sebagai tambahan mi instan. Kandungan proteinnya membuat telur lebih bernutrisi dibandingkan hanya mengonsumsi mi.

Namun, telur sebaiknya dimasak hingga matang. Telur mentah atau setengah matang memiliki risiko kontaminasi bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Gejalanya antara lain diare, demam, sakit perut, mual, dan muntah. Karena itu, pastikan telur matang sempurna sebelum dikonsumsi.

3. Mi Instan dan Cokelat

Cokelat biasanya tidak dicampurkan langsung ke dalam mi, tetapi dapat dikonsumsi sebagai makanan atau camilan setelah makan mi instan.

Yang perlu diperhatikan adalah total asupan kalori dan gula. Beberapa jenis cokelat, terutama produk cokelat manis, memiliki kandungan gula dan kalori cukup tinggi.

Jika dikonsumsi terlalu sering dalam pola makan yang tinggi kalori, hal tersebut dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

4. Mi Instan dan Kerupuk

Kerupuk menjadi pendamping yang hampir selalu tersedia ketika menyantap berbagai makanan, termasuk mi instan.

Namun, menambahkan kerupuk dalam jumlah banyak berarti menambah asupan kalori dan karbohidrat. Jenis kerupuk tertentu yang digoreng juga dapat menyumbang lemak tambahan.

Jika ingin tetap menikmati kerupuk, cukup konsumsi dalam jumlah terbatas dan jangan menjadikannya pelengkap wajib setiap kali makan mi.

5. Mi Instan, Kornet, dan Keju

Kornet dan keju dapat membuat mi instan terasa lebih gurih, creamy, dan mengenyangkan. Tak heran jika kombinasi ini cukup populer.

Namun, kornet merupakan makanan olahan yang dapat mengandung natrium cukup tinggi. Sementara itu, keju dapat menambah asupan lemak dan natrium.

Jika semuanya dikonsumsi sekaligus dalam porsi besar, kandungan kalori dan natrium dalam satu porsi makanan bisa meningkat cukup banyak.

6. Mi Instan dengan Sosis, Bakso, dan Nugget

Sosis, bakso, dan nugget juga sering menjadi pilihan topping karena mudah dimasak dan rasanya cocok dengan mi instan.

Namun, sejumlah produk makanan olahan tersebut mengandung natrium dan lemak yang cukup tinggi. Ditambah kandungan natrium dari mi instan, jumlah garam yang dikonsumsi dalam satu kali makan bisa menjadi cukup besar.

Karena itu, sebaiknya batasi jumlah makanan olahan yang ditambahkan dan jangan menjadikan kombinasi tersebut sebagai menu harian.

Agar Mi Instan Lebih Seimbang

Jika tetap ingin menikmati mi instan, ada cara sederhana untuk membuat menu menjadi lebih seimbang.

Tambahkan sayuran seperti sawi, wortel, bayam, kol, atau tauge. Sayuran dapat membantu meningkatkan asupan serat, vitamin, dan mineral.

Telur yang dimasak hingga matang juga dapat ditambahkan sebagai sumber protein. Pilihan lainnya adalah tahu atau tempe dalam porsi yang sesuai.

Selain itu, perhatikan jumlah bumbu yang digunakan. Mengurangi sebagian bumbu dapat membantu mengurangi asupan natrium dari satu porsi mi.

Mi instan tidak harus sepenuhnya dihindari, tetapi sebaiknya dikonsumsi secara bijak. Perhatikan porsi, frekuensi, serta bahan tambahan agar makanan yang dikonsumsi tetap mendekati pola makan yang seimbang. (rd)