JATENGEKSPOS.COM, – Minat investor terhadap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang terus menunjukkan tren positif. Sebanyak 80 investor tercatat berminat mengikuti pengembangan proyek strategis yang digadang-gadang menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus sumber energi terbarukan bagi Kota Semarang dan sekitarnya.
Proyek PSEL yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Kendal, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu diperkirakan membutuhkan investasi hingga Rp3 triliun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Glory Nasarani, mengatakan saat ini proyek masih berada pada tahap finalisasi kajian serta penyusunan dokumen lelang yang dikoordinasikan oleh Danantara.
“Saat ini prosesnya persiapan dokumen lelang, finalisasi kajian, kemudian dari para peminat juga ada rencana untuk site visit,” ujar Glory usai kunjungan ke Bulusan EduPark Tembalang, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 80 Investor Berminat Ikut Proyek PSEL
Tingginya minat investor terlihat dari hasil market sounding yang dilakukan Danantara. Dari proses penjajakan tersebut, sekitar 80 investor menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Semarang.
Menurut Glory, dalam waktu dekat para calon investor dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan atau site visit ke lokasi proyek di TPA Jatibarang.
“Dari hasil market sounding, sudah ada sekitar 80 investor yang berminat. Kemungkinan pada awal bulan ini mereka akan melakukan site visit. Kami hanya bertugas memfasilitasi karena seluruh jadwal dan prosesnya sudah diatur oleh Danantara,” katanya.
PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Regional
PSEL Jatibarang diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam menangani peningkatan volume sampah yang terus bertambah setiap tahun.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan akhir konvensional, fasilitas ini juga akan mengubah sampah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat.
Keberadaan proyek tersebut dinilai penting karena tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan berbasis sampah.
Teknologi Termal Jadi Opsi yang Paling Memungkinkan
Terkait teknologi yang akan diterapkan, Glory menyebut keputusan akhir masih menunggu hasil kajian yang sedang disusun oleh Danantara. Namun, teknologi termal dinilai menjadi pilihan paling realistis karena mampu mengolah sampah dalam jumlah besar secara lebih cepat.
“Konsepnya teknologi ramah lingkungan. Teknologinya apa nanti berdasarkan kajian dari Danantara. Tapi kemungkinan besar memang teknologi termal karena yang paling cepat menghabiskan sampah saat ini teknologi termal,” jelasnya.
Teknologi termal sendiri memiliki beberapa metode pengolahan, antara lain insinerator, pirolisis, dan plasma. Ketiga metode tersebut memanfaatkan panas untuk mengubah sampah menjadi energi yang kemudian dapat dikonversi menjadi listrik.
Nilai Investasi Mencapai Rp3 Triliun
Selain menjadi salah satu proyek lingkungan terbesar di Jawa Tengah, pembangunan PSEL Jatibarang juga memiliki nilai investasi yang sangat besar.
Berdasarkan informasi yang diterima dari Danantara, kebutuhan investasi untuk pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp3 triliun.
“Kalau tidak salah, informasi terakhir dari Danantara, nilai investasi atau anggaran untuk pembangunan PSEL sekitar Rp3 triliun,” ungkap Glory.
Dengan tingginya minat investor dan dukungan pemerintah daerah, proyek PSEL Jatibarang diharapkan segera memasuki tahap lelang dan konstruksi. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi energi bersih di Kota Semarang dan kawasan sekitarnya.(rd)








