Gedung KKMP Sampangan Dikosongkan, Pemkot Pastikan Tak Ada Pembubaran Pengurus

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM– Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kota Semarang, tetap mempertahankan aktivitas organisasi meski gedung yang selama ini digunakan untuk operasional telah dikosongkan.

Pengurus memastikan koperasi tidak dibubarkan. Saat ini, fokus utama adalah menjaga keanggotaan dan keberlangsungan organisasi sembari menunggu kepastian lokasi usaha baru.

Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto mengatakan hal itu menjadi salah satu poin dalam audiensi bersama Asisten I Setda Kota Semarang Budi Prakosa dan pihak terkait, Kamis (20/8/2026).

“Pimpinan berharap KKMP Sampangan tetap beroperasional pengurusnya. Paling tidak tetap berjalan supaya tidak mati atau tutup,” ujar Kuncar.

Gedung KKMP Sampangan dikosongkan pada Rabu (19/8/2026). Sejumlah barang dagangan kemudian dipindahkan ke tempat sementara.

Stok sembako dititipkan di Kelurahan Sampangan. Sementara tabung gas dipindahkan ke tempat usaha milik anggota agar tetap tersimpan dengan aman.

“Kalau di sana sudah kosong. Sudah kosong dan kunci sudah kita serah terimakan ke TNI,” katanya.

Kuncar mengatakan pengosongan gedung berkaitan dengan rencana PT Agrinas yang disebut akan mengisi komoditas atau barang di lokasi tersebut.

Namun, pengurus KKMP Sampangan belum mendapat kepastian kapan gedung akan mulai digunakan.

“Alasannya dari PT Agrinas akan segera mengisi barang-barangnya di situ. Tapi kapan, belum ada info,” ujarnya.

Pengurus juga belum berkomunikasi langsung dengan PT Agrinas mengenai rencana tersebut.

Menurut Kuncar, kondisi itu membuat pengurus cukup terkejut. Terlebih, informasi mengenai pengosongan gedung disampaikan secara lisan.

Ia berharap kebijakan terkait koperasi ke depan dapat disampaikan secara tertulis dan dikomunikasikan kepada pengurus maupun anggota.

“Pengurus itu manusia. Mereka langsung down, kaget. Merasa kenapa kok kami diperlakukan seperti itu,” ungkapnya.

Meski kecewa, pengurus KKMP Sampangan memilih tetap menjaga komunikasi dengan pemerintah dan pihak terkait.

“Kami tetap berkomitmen untuk selalu berkomunikasi. Kami sudah diberi amanah untuk menjaga organisasi KKMP Sampangan dan menjaga keanggotaan di Sampangan,” katanya.

Persoalan tempat usaha terjadi ketika aktivitas bisnis KKMP Sampangan justru sedang berkembang.

Kuncar menyebut omzet koperasi dalam tiga hingga empat bulan terakhir berada di kisaran Rp60 juta hingga Rp70 juta setiap bulan.

“Rata-rata omzet penjualan di KKMP Sampangan sudah menginjak Rp60 sampai Rp70 juta,” ujarnya.

Pada Agustus 2026, omzet bahkan diperkirakan menembus Rp100 juta. Salah satu pendorongnya adalah kepercayaan kepada KKMP Sampangan untuk mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Distribusi stok koperasi juga menjangkau sejumlah kelurahan di luar Sampangan, di antaranya Bendan Ngisor, Petompon, Lempongsari dan Gisikdrono.

Kuncar sebelumnya menargetkan omzet tahunan lebih dari Rp600 juta. Namun, kondisi setelah pengosongan gedung membuat target tersebut menjadi lebih berat.

“Target saya nanti total selama setahun di atas Rp600 juta harapannya. Tapi dengan kondisi seperti ini saya masih pesimis,” katanya.

Untuk menjaga kegiatan koperasi tetap berjalan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang disebut akan membantu mencarikan lokasi baru.

“Dari Dinkop nanti akan coba carikan solusi. Salah satunya yang urgen adalah tempat untuk operasional,” kata Kuncar.

Ia berharap lokasi baru nantinya dapat mendukung aktivitas usaha sekaligus pelayanan kepada anggota dan masyarakat.

Menurutnya, tempat usaha menjadi salah satu kebutuhan penting bagi KKMP karena koperasi dibangun berdasarkan kepentingan anggota.

“Namanya koperasi itu kan dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” ujarnya.

Asisten I Setda Kota Semarang Budi Prakosa menegaskan pengosongan gedung tidak berarti kepengurusan KKMP Sampangan dibubarkan.

“Lho, enggak. Siapa sing bubarke?” kata Budi.

Ia menjelaskan, audiensi yang digelar Kamis lalu masih menjadi tahap awal untuk menghimpun informasi dari berbagai pihak.

Pemerintah kota, kata dia, akan melakukan komunikasi dan penjajakan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Jadi nanti kita rembuk. Kita pastikan dulu informasi ini karena semua harus kita komunikasikan dengan seluruh pihak,” ujarnya.

Budi juga memastikan belum ada kebijakan untuk mengganti struktur kepengurusan KKMP Sampangan.

“Sepertinya masih pengurus yang ini. Belum ada kebijakan perombakan,” katanya.

Sementara terkait penggunaan gedung dan rencana PT Agrinas, Pemkot Semarang masih menunggu informasi yang lebih pasti.

“Belum ada, kita masih menunggu informasi yang pasti terkait dengan kebijakan ini,” pungkasnya. (rd)