KKMP Sampangan Tetap Berjalan, Dinkop Tegaskan Agrinas Hanya Pasok Komoditas

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kota Semarang, dipastikan tetap berjalan meski gedung operasionalnya dikosongkan dan mekanisme pasokan barang mengalami perubahan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang menegaskan tidak ada pembubaran organisasi. Perubahan hanya terjadi pada jalur penyediaan sejumlah komoditas yang nantinya dilakukan melalui PT Agrinas.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Margaritha Mita mengatakan kepengurusan dan anggota KKMP Sampangan tetap menjalankan tugasnya.

“Intinya KKMP Sampangan itu tidak bubar. Hanya memang kebijakan pusat bahwa barang komoditi semuanya dialihkan oleh PT Agrinas. Tapi kepengurusan, anggota, ya tetap,” kata Mita seusai audiensi di Kelurahan Sampangan, Kamis (20/8/2026).

Mita menegaskan kehadiran Agrinas tidak berarti perusahaan tersebut mengambil alih organisasi koperasi.

Agrinas akan berperan dalam memasok komoditas yang dibutuhkan KKMP. Sementara organisasi, anggota, dan kepengurusan koperasi tetap berada dalam mekanisme koperasi.

“Barang komoditi saja yang akan diambil alih oleh Agrinas, yang akan menyuplai ke KKMP seluruh Indonesia atau Koperasi Desa,” ujarnya.

KKMP Sampangan saat ini memiliki lima pengurus dan tiga pengawas. Mereka dipilih melalui mekanisme organisasi dan memiliki masa jabatan hingga 2030.

“Pengurus itu kan dipilih oleh anggota melalui rapat anggota tahunan atau kemarin kan muskel. Mereka harus melaksanakan tanggung jawabnya sampai masa jabatan,” jelas Mita.

Ia menegaskan perubahan pasokan barang tidak otomatis mengubah struktur kepengurusan.

Menurut Mita, penataan pasokan berkaitan dengan komoditas yang akan disalurkan KKMP kepada masyarakat, termasuk barang subsidi dan bantuan sosial.

“KKMP ini kan akan menyalurkan barang subsidi dan bansos,” katanya.

Selama ini, ketersediaan sejumlah komoditas menjadi salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mita mencontohkan minyak goreng dan beras yang terkadang mengalami kekosongan ketika permintaan masyarakat tinggi.

“Yang dikeluhkan kan seperti itu, minyaknya kosong, MinyaKita kosong, Bulog-nya berasnya kosong, padahal yang diminati oleh masyarakat itu kan barang-barang itu,” ujarnya.

Melalui perubahan jalur distribusi, pemerintah berharap pasokan barang yang dibutuhkan masyarakat dapat lebih terjamin.

Meskipun sebagian komoditas akan disuplai Agrinas, KKMP Sampangan tetap memiliki ruang untuk mengembangkan usaha lain.

Potensi ekonomi di masing-masing wilayah dapat dikembangkan menjadi unit usaha koperasi.

“Nanti apa yang jadi potensi lokal di wilayah Kopdes atau KKMP, itu bisa dijadikan unit usaha,” kata Mita.

Dengan demikian, KKMP tidak hanya bergantung pada komoditas yang masuk dalam skema pasokan Agrinas.

Mita juga memastikan kegiatan jual beli di KKMP Sampangan masih berlangsung.

“Masih ada. Masyarakat kalau mau beli ya masih ada stoknya,” ujarnya.

Sebagian barang untuk sementara dipindahkan ke Kelurahan Sampangan. Pemindahan tersebut dilakukan untuk memisahkan stok dari kerja sama koperasi dengan pihak lain agar tidak tercampur dengan barang yang nantinya disuplai Agrinas.

“Banyak yang barang-barangnya kan nyampur, bukan barang-barang dari Agrinas. Biar enggak tercampur,” jelasnya.

Menurut Mita, penyesuaian lokasi dan sistem pasokan tidak menghentikan kegiatan usaha KKMP Sampangan.

“Ya dijual, tetap dijual, masih melakukan aktivitas usaha,” tegasnya.

Dengan kepengurusan dan anggota yang tetap berjalan, KKMP Sampangan kini memasuki tahap penyesuaian terhadap mekanisme pasokan baru. Sementara itu, koperasi tetap memiliki ruang untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.(rd)