JATENGEKSPOS.COM – Film Backrooms kembali mempopulerkan fenomena liminal space, yaitu ruang-ruang kosong seperti lorong panjang, koridor sepi, ruang tunggu, hingga bangunan yang tampak familiar tetapi terasa ganjil. Meski tidak menampilkan hantu atau monster secara langsung, suasana seperti ini justru mampu memunculkan rasa takut dan gelisah pada banyak orang.
Fenomena tersebut ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Para psikolog menyebut rasa tidak nyaman yang muncul berasal dari cara otak manusia memproses lingkungan yang dianggap “tidak normal”, meski secara kasat mata tidak terlihat berbahaya.
Liminal space merupakan istilah untuk menggambarkan ruang transisi atau ruang ambang, yakni tempat yang biasanya hanya dilewati, bukan untuk ditinggali dalam waktu lama. Contohnya adalah lorong sekolah yang kosong, koridor rumah sakit pada malam hari, area parkir yang sepi, hingga bandara saat tidak ada aktivitas.
Terlihat Familiar, tetapi Terasa Aneh
Salah satu penyebab utama liminal space terasa menyeramkan adalah fenomena psikologis yang dikenal sebagai uncanny valley.
Menurut penjelasan yang dikutip dari IFL Science, otak manusia sangat terbiasa mengenali pola. Ketika melihat tempat yang tampak familiar namun memiliki sesuatu yang tidak sesuai, otak akan menganggapnya sebagai kondisi yang mencurigakan.
Misalnya lorong yang tampak normal tetapi tidak memiliki ujung, pencahayaan yang terlalu redup, atau ruangan kosong tanpa aktivitas manusia. Ketidaksesuaian kecil tersebut memicu rasa tidak nyaman karena otak gagal memprediksi situasi berikutnya.
Kesunyian Memicu Rasa Cemas
Manusia merupakan makhluk sosial yang secara alami merasa lebih aman ketika berada di sekitar orang lain.
Saat memasuki ruang yang benar-benar sunyi tanpa suara maupun aktivitas, otak menjadi lebih waspada. Kondisi tersebut dapat meningkatkan rasa cemas karena tubuh secara naluriah menganggap lingkungan yang terlalu sepi sebagai situasi yang berpotensi berbahaya.
Terjebak Tanpa Jalan Keluar
Berbeda dengan film horor pada umumnya yang mengandalkan sosok menyeramkan, Backrooms justru menghadirkan rasa takut melalui ruang yang terasa tidak berujung.
Lorong yang terus berulang, tidak adanya petunjuk arah, hingga kesan tidak pernah menemukan jalan keluar memunculkan perasaan kehilangan kendali. Dalam psikologi, kondisi tersebut berkaitan dengan ketakutan dasar manusia terhadap ketidakpastian dan rasa tidak berdaya.
Mengapa Banyak Orang Merasa Déjà Vu?
Sebagian orang mengaku pernah bermimpi atau merasa seolah-olah pernah berada di tempat seperti Backrooms.
Fenomena tersebut berkaitan dengan déjà vu, yaitu sensasi ketika otak merasa mengenali suatu tempat atau situasi meski belum pernah benar-benar mengalaminya. Liminal space dianggap mampu memicu sensasi itu karena memiliki karakter visual yang sangat umum namun minim identitas.
Popularitas Backrooms menunjukkan bahwa ketakutan manusia tidak selalu berasal dari sosok menyeramkan. Dalam banyak kasus, ruang kosong, kesunyian, dan ketidakpastian justru lebih efektif membangkitkan rasa takut karena memengaruhi cara otak memproses lingkungan di sekitarnya.(rd)











